Accessibility Tools

Print this page

Assesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT Prodi IAT UIN Gus Dur: Rektor Optimis Raih Predikat Unggul

15 November 2025

Pekalongan (15/11) - Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) akreditasi BAN-PT pada Sabtu (15/11/2025) bertempat di Ruang Meeting Lantai 2 Gedung FUAD. Kegiatan ini menghadirkan dua asesor BAN-PT, yakni Prof. Dr. Muh. Tasrif, M.Ag. (UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo) dan Prof. Dr. Abad Badruzaan, Lc., M.Ag. (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung).

Kunjungan asesor disambut langsung oleh Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., bersama Dekan FUAD, Ketua LP2M, para wakil dekan, ketua program studi, serta tim penyusun borang akreditasi.

Dalam sambutannya, Prof. Zaenal menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kinerja tim akreditasi yang telah bekerja maksimal menyiapkan dokumen dan bukti fisik. Ia mengingatkan bahwa Prodi IAT sebelumnya pernah mendapatkan nilai A pada saat re-aktivasi tahun 2018.

“IAT ini prodi yang luar biasa. Setelah PEPA turun, kita terus melakukan langkah-langkah perbaikan. Semoga asesmen lapangan ini menjadi jalan bagi Prodi IAT meraih predikat Unggul. Mohon doa restunya. Saya percaya kita bisa,” ujar Rektor.

Prof. Zaenal juga memaparkan kekuatan sumber daya manusia di Prodi IAT, antara lain rasio dosen–mahasiswa 1:20, 1 Guru Besar dan 10 Lektor Kepala, 11 dosen telah tersertifikasi, Prestasi dosen dan mahasiswa yang terus meningkat hingga level internasional. “Dari sisi tenaga pendidik sudah luar biasa. Ini menunjukkan perhatian dan komitmen dosen terhadap kualitas pembelajaran,” tambahnya.

Lead Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Muh. Tasrif, menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan proses penting dalam memastikan kebenaran data antara dokumen dan kondisi nyata di lapangan. “Pertemuan AL ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Kami datang dalam rangka peningkatan mutu PTKIN secara umum dan khususnya untuk UIN Gus Dur,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat rentang waktu cukup panjang antara asesmen kecukupan (AK) dan asesmen lapangan (AL), sehingga verifikasi langsung menjadi penting.

Lebih lanjut ia menekankan beberapa poin AL dilakukan untuk memastikan evidence dari data di LKPS dan LED. Sinkronisasi dengan PDDIKTI juga menjadi aspek penting yang dilihat asesor. Selain itu data yang disampaikan harus mudah diakses melalui website kampus.

Kelengkapan, keterisian, dan keselarasan data akan menjadi pertimbangan Dewan Eksekutif BAN-PT. “Kami berharap data yang tertulis di LKPS dan LED benar-benar sinkron dengan PDDIKTI dan dibuktikan di lapangan. Dengan demikian, Dewan Eksekutif BAN-PT dapat memberikan hasil terbaik,” jelasnya.

Dengan persiapan yang matang, dukungan pimpinan, dan kekuatan sumber daya manusia yang dimilikinya, UIN Gus Dur optimis Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dapat kembali meraih predikat terbaik dalam akreditasi kali ini.


Kontributor   : Dimas Prasetya

Penulis          : Baryachi

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…