Humas
Jakarta (31/08) - Kehadiran buku Islam Garis Jenaka dalam gelaran Tunas Gusdurian 2025 menjadi penanda penting bagi lahirnya kesadaran akademik untuk merawat dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur. Buku ini merupakan karya kolektif dosen-dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan(UIN Gus Dur) yang sebelumnya mengikuti Sekolah Pemikiran Gus Dur yang merupakan sekolah pemikiran pertama di Indonesia yang secara khusus diikuti para akademisi.
Jakarta (31/08) - Sebanyak 18 dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menoreh prestasi membanggakan dalam acara Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian & Konferensi Pemikiran Gus Dur 2025. Mereka secara resmi telah lulus Sekolah Pemikiran Gus Dur (SPGD) dan menerima sertifikat kelulusan yang diserahkan di akhir acara tersebut. Para dosen setelah pendampingan intensif dari mentor, berhasil menyusun dan menerbitkan buku kolektif yang berjudul “Islam Garis Jenaka” yang mengangkat pemikiran Gus Dur dari berbagai perspektif. Buku ini sebagai bentuk kontribusi intelektual dan juga media untuk meneruskan nilai-nilai Gus Dur kepada generasi muda.
Jakarta (30/08) - Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menghadiri Forum Rektor dalam rangkaian acara Temu Nasional (Tunas) Gusdurian 2025. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen UIN Gus Dur dalam mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan sebagai kelanjutan dari kegiatan BIM (Bali Interfaith Movement) yang menghadirkan berbagai pimpinan di perguruan tinggi.
Jakarta – Temu Nasional Jaringan GUSDURian, atau yang dikenal sebagai Tunas Gusdurian 2025, sukses digelar pada tanggal 29-31 Agustus 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Acara tiga hari ini menjadi momentum penting dalam memperkuat dan melestarikan nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, keadilan sosial, dan ekologi yang diwariskan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

