Accessibility Tools

Humas

Humas

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Pekalongan (14/12) – Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menggelar Full Assessment Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada Sabtu, 14 Desember 2024. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung Perkuliahan Terpadu (GPT) kampus 2 UIN Gus Dur ini menghadirkan dua tokoh penting dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yaitu Dr. K.H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I, M.M, selaku Komisioner BNSP, dan Ekky Ramadhan Wicaksono, S.H, sebagai Asesor Lisensi BNSP. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan mutu dan daya saing lulusan.

Pekalongan - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 60 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di Pekalongan. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (4/12/2024), dan diberikan secara langsung kerumah korban banjir yang terdampak.

Pekalongan - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Gus Dur Pekalongan melaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa KKN Angkatan 60 Tahun 2024, pada hari Jum’at, 6 Desember 2024.

Tegal – Dalam rangka menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, upaya inovasi dan pengembangan institusi pendidikan tinggi, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menyelenggarakan penyusunan proposal pendirian fakultas dan program studi baru. Kegiatan yang berlangsung di Gulala Azana Hotel and Resort, Guci, Tegal, pada tanggal 5 sampai 7 Desember 2024 ini berfokus pada penyiapan instrument dan dokumen.

Dalam forum ini, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag., mengungkapkan banyak pengalaman awal pendirian beberapa program studi ketika masih bernama Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN)  Pekalongan. “Masalah penyiapan infrastruktur dan sumber daya manusia adalah wilayah keputusan pimpinan. Kita akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Rektor IPB yang sudah menawarkan Kerjasama SDM,” tegas Prof. Zaenal.

Lebih lanjut, Prof. Zaenal menyampaikan optimisme yang sama dengan Wakil Rektor 1 UIN Gus Dur. “Dengan berdirinya fakultas dan program studi baru akan menjadi ladang amal untuk para penyusun proposal ini. Ingat, orang yang menanam pohon akan selalu mendapatkan pahala selama pohonnya masih berbuah. Saya percaya dengan kemampuan SDM yang masih muda ini,” tutur Prof. Zaenal.

Zaenal Mustakim teringat dengan pendirian PGMI yang dulu pernah ditolak sebanyak tiga kali. Akhirnya bisa diterima dengan berbagai pendekatan dan cara. Adapun fakultas baru yang didirikan adalah Fakultas Saintek, sementara program studi baru yaitu ⁠Teknik Industri, ⁠Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan dan Gizi.

Jurusan Teknik Industri, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, serta Gizi di PTKIN menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, persaingan dengan institusi non-PTKIN, dan perlunya pengembangan kurikulum relevan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam. Namun, peluang besar terbuka melalui tren revolusi industri 4.0, kebutuhan tenaga ahli dalam teknologi dan kesehatan, serta pengembangan industri halal. Dengan strategi yang tepat, seperti sinergi dengan industri, penekanan pada etika Islami, dan pemanfaatan dukungan pemerintah, PTKIN dapat memperkuat posisinya sebagai institusi yang unggul tidak hanya dalam kajian keislaman, tetapi juga dalam teknologi dan kesehatan.

Sementara, Prof. Dr. Maghfur Ahmad, M.Ag., Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan menegaskan banyak tantangan dalam pendirian ini. “Meskipun begitu, kita jangan patah semangat dan harus optimis karena setiap persoalan pasti ada solusinya. Paradigma integrasi dan interkoneksi ilmu sangat dibutuhkan dalam rancang bangun pendirian ini. Jadi, harus mengharmonikan berbagai latar belakang pendidikan,” terang Prof. Maghfur.

Narasumber utama dalam kegiatan ini, Dr. Zainul Abbas, Wakil Rektor 1 UIN Raden Mas Said kengatakan, pendirian Fakultas dan program studi baru di UIN Gus Dur merupakan jawaban berbagai tantangan di atas. “Pembentukan fakultas dan program studi baru di PTKIN tidak hanya bertujuan untuk memperluas bidang kajian akademik, tetapi juga untuk mendukung visi pemerintah dalam menciptakan institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Proses ini melibatkan analisis mendalam terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja, potensi sumber daya yang dimiliki oleh PTKIN, serta relevansi dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan utama dalam pengembangan institusi. Selain itu, pembukaan fakultas dan program studi baru juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing PTKIN di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Zainul Abbas.

 Kontributor       :Tim WR1

Editor                    : Baryachi

Halaman 157 dari 394
                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…