Accessibility Tools

Print this page

Menuju Kampus Berstandar Global, UIN Gus Dur Laksanakan Audit Re-sertifikasi ISO

18 November 2025

Pekalongan (17/11) - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) resmi membuka rangkaian Audit Re-sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus Panjang dan akan dilaksanakan selama tiga hari, 17–19 November 2025.

Audit re-sertifikasi dilakukan oleh auditor dari Decra Group, yaitu Dr. Buyung Syukron, S.Ag., S.S., M.A. dan Prof. Dr. H. Agus Zaenul Fitri, M.Pd.

Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali proses resertifikasi ISO di kampus. “Alhamdulillah kita bisa berkumpul untuk proses resertification. Selamat datang di kampus UIN Gus Dur. Kampus ini punya sejarah panjang, dan kami berterima kasih atas kehadiran para auditor untuk resertifikasi ISO kita. Sertifikasi yang dulu sudah waktunya selesai, dan kini kita perbarui,” ujarnya.

Prof. Zaenal mengingatkan bahwa UIN Gus Dur pertama kali meraih sertifikat ISO 9001:2015 pada tahun 2018, sebuah capaian penting yang menandai bahwa layanan kampus telah sesuai standar nasional bahkan mendekati standar global.

“Sejak tujuh tahun lalu kita sudah sesuai standar. Sertifikat itu diperpanjang tahun 2022, dan kini 2025 kita kembali menjalani resertifikasi. Artinya selama ini tidak ada masalah dalam konsep pelayanan,” jelasnya. Pada 2022 UIN Gus Dur juga memperoleh sertifikat ISO 21001:2018, standar khusus untuk lembaga pendidikan yang lebih menekankan pada kepuasan learners.

Prof. Zaenal menegaskan bahwa pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat harus terus meningkat. “Pelayanan tidak pernah statis. Hari ini kita melihat kembali apakah pelayanan kepada mahasiswa masih memuaskan atau perlu ditingkatkan. Kita selalu berinovasi dan melakukan renovasi diri. Saya yakin kita bisa mendapatkan sertifikat ISO lagi,” tegasnya.

Sebagai bentuk peningkatan layanan, Rektor menyampaikan bahwa kampus akan terus melakukan penyempurnaan infrastruktur. “Semua gedung insya Allah tahun 2026 atau 2027 akan dilengkapi lift sebagai bentuk pelayanan,” tambahnya.

Prof. Zaenal menyimpulkan bahwa resertifikasi memiliki tiga makna penting. Pertama, peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) untuk layanan yang lebih baik. Kedua, penguatan reputasi Lembaga. Dan ketigaPeningkatan daya saing, baik nasional maupun global. “Ketika kita memperoleh ISO pada 2018, itu artinya standar kita setara dengan kampus luar negeri,” ungkapnya.

Auditor ISO, Dr. Buyung Syukron, menjelaskan bahwa audit resertifikasi tahun ini merupakan tahun ketiga dari siklus audit yang telah berjalan. “Resertifikasi ini sudah akhir, sudah tahun ketiga. Kami hadir berdasarkan temuan tahun 2024. Kami ingin melihat apakah temuan sebelumnya sudah dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, audit dilakukan dalam rangka continuous quality untuk memastikan semua proses benar-benar diterapkan. “Ada lima standar yang kami lihat. Determination, layanan seperti apa, identifikasi seperti apa, dan apa saja yang masih bisa dikembangkan di UIN Gus Dur. Yang terpenting bagi kami adalah melihat proses implementasi di lapangan. Dokumentasi itu harus terimplementasi nyata,” tegasnya.

Auditor kedua, Prof. Dr. H. Agus Zaenul Fitri, M.Pd., menekankan bahwa tujuan besar audit ini adalah membangun budaya mutu di lingkungan PTKIN. “Kita ingin bersama-sama memajukan dan membangun budaya mutu. Orientasi kita bukan hanya sertifikat, tetapi mutu sebagai budaya perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan empat makna mutu. Mutu adalah zero defect — layanan tanpa cacat. Mutu adalah kepuasan pelanggan. Mutu adalah kesesuaian penggunaan. Mutu adalah kesesuaian dengan standar dan persyaratan. “Kita akan belajar dari best practices bersama. Itulah pentingnya audit seperti ini,” ungkapnya.

Setelah acara pembukaan audit re-sertifikasi ISO, acara dilanjutkan ke audit pada setiap unit kerja dan Lembaga serta fakultas. Setiap fakultas menyajikan data dan dokumen yang menjadi tagihan dalam audit ini.


Penulis      : Baryachi

Editor       : Irham Thoha Baihaqi

Redaktur   : Tim Kerja Humas

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…