Accessibility Tools

Print this page

Mahasiswa KPI UIN Gus Dur Tunjukkan Kualitas di Dunia Penyiaran, Raih Nominasi Presenter Televisi Pria Terbaik KPID Jateng 2025  

05 November 2025 Author :  

Pekalongan (04/11) - Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Zulfan Arinata, mahasiswa semester 7, berhasil menorehkan prestasi dengan menjadi nominasi dalam ajang bergengsi Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah 2025 untuk kategori Presenter Televisi Pria.

Zulfan menceritakan bahwa awal mula perjalanan menuju nominasi ini dimulai dari seleksi tahap pertama, yang meliputi pengiriman data diri dan video profil. “Alhamdulillah, tentu luar biasa bahagia dan bersyukur. Awalnya tidak menyangka bisa masuk nominasi pada seleksi tahap pertama,” ungkap Zulfan. Ia kemudian lolos ke tahap wawancara yang digelar di kantor KPID Jawa Tengah pada Selasa, 14 Oktober 2025. Dari banyak peserta, hanya empat orang yang berhak melaju ke tahap seleksi wawancara untuk kategori Presenter Televisi Pria.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Zulfan mendapatkan undangan resmi untuk menghadiri Malam Penganugerahan KPID Jawa Tengah 2025 yang diselenggarakan di Jepara pada Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, ia bersaing dengan para presenter profesional dari TVRI Jawa Tengah (Semarang) dan Satelit TV (Banyumas).

“Momen itu membuat saya sangat bangga, karena bisa bersaing dengan mereka yang sudah mumpuni di bidangnya, sementara saya masih mahasiswa semester 7,” ujar Zulfan. “Saat pemanggilan tiga nama nominasi terbaik, saya benar-benar terharu. Bisa duduk dan berbagi pengalaman dengan para senior adalah pengalaman luar biasa.”

Zulfan yang juga menjadi bagian dari Batik TV Pekalongan menceritakan bahwa persiapannya berlangsung cukup singkat, terutama dalam pembuatan video profil. Namun berkat kerja sama tim dan dukungan penuh dari rekan-rekan di Batik TV, semua dapat terselesaikan dengan baik. Ia juga mempersiapkan diri dengan mempelajari dunia penyiaran serta regulasi terkait untuk menghadapi sesi wawancara.

“Saat malam penganugerahan, saya hanya menyiapkan hati yang lapang untuk menerima apapun hasilnya. Bisa hadir saja sudah merupakan kesempatan luar biasa dan pencapaian besar bagi saya,” tambahnya.

Zulfan mempersembahkan pencapaiannya ini untuk orang tua tercinta, keluarga besar, teman-teman, rekan kerja, serta LPPL Kelembagaan Batik TV Pekalongan yang telah mendukungnya.

Sebagai penutup, Zulfan menyampaikan harapannya agar pengalaman ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya di dunia penyiaran.
“Semoga ini bukan akhir, melainkan awal semangat juang saya untuk terus belajar menjadi presenter yang baik, berimbang, dan sigap,” tuturnya.


Penulis      : Anik Maghfiroh

Editor       :  Sri Lestari

Redaktur   : Tim Kerja Humas

 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…