Rektor IAIN Pekalongan Tegaskan Niat Baik Gusmen Dalam Menata Kehidupan Beragama

25 February 2022

Oleh: Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. (Rektor IAIN Pekalongan)

Munculnya Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 5 Tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan mushalla ternyata mendapat banyak perhatian dan sorotan dari berbagai pihak, namun jika dikaji lebih mendalam disertai dengan hati yang jernih mungkin kita akan menemukan niat baik dan mulia dari Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qoumas dalam menata dan merawat keberagaman serta sikap keberagamaan yang moderat.

Di awal kepemimpinannya sebagai Menteri Agama RI, Gusmen (sapaan Menteri Agama RI) pernah menegaskan bahwa dirinya adalah menteri bagi semua agama, oleh karenanya beliau memposisikan diri sebagai seorang pemimpin yang dipasrahi kewenangan oleh negara dalam menata kehidupan beragama tentu harus mampu bersikap bijak dalam menata dan mengelola kehidupan beragama dan hubungan antar agama menjadi lebih harmonis tanpa harus ada yang terusik dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan pribadi dari umat beragama.

Jika dilihat dari maksud dan tujuan SE Menag No 5 Tahun 2022 ini adalah ingin menata pengeras suara (TOA) yang ada di masjid dan mushalla menjadi lebih tertata dan semakin menjaga tepa salira atau toleransi dalam hubungannya dengan mereka yang berbeda agama. Alangkah indahnya, jika sesorang yang beragama terutama seorang muslim mampu menunjukkan sikap dari ekpresi keberagamaanya saling memahami dan mengerti dengan mereka yang berbeda agama atau keyakinan sehingga tidak ada yang merasa terusik dan tersakiti.

Oleh karenanya, niat baik Gusmen ini harus disambut dengan sikap yang positif, terlebih jika melihat bahwa pengeras suara masjid dan mushala (TOA) itu sendiri adalah instrumen baru dalam mengekpresikan sikap beragama atau dalam istilah lain disebut dengan bid’ah, maka bagaimana agar TOA yang dikatakan bid’ah itu tidak sayyi’ah akan tetapi tetap menjadi bid’ah yang hasanah, tentu harus ditata dan dikelola dengan baik. Hal ini senada dengan pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya, yang artinya “Setiap dari kamu adalah orang yang sedang bermunajat pada Tuhannya, maka janganlah sebagian dari kalian menyakiti yang lain. Dan janganlah kalian mengeraskan suaramu dibandingkan yang lain saat membaca Al-Qur’an atau saat shalat. (HR. Abu Dawud)”

Semoga kita semua mampu memiliki sikap yang positif dalam berbagai hal, mengedepankan sikap husnudzan dalam menyikapi berbagai hal dan melakukan tabayun terlebih dahulu sebelum menghukumi seseorang. Gusmen adalah putra dari tokoh besar Islam panutan umat, yang dididik dengan pendidikan agama yang mendalam sehingga tidak mungkin membandingkan suara adzan dengan sesuatu yang bukan bandingannya. Tentu hal itu adalah keliru dan tidak benar adanya.

Wallahu a’lam bisshowab.

 

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…