Dalam sambutannya, Dian membuka dengan kalimat yang langsung menyentuh hati. Menurutnya, hari ini bukan sekadar tentang toga dan gelar, tetapi tentang perjuangan panjang yang akhirnya sampai di garis akhir.
“Perkenankan saya melepas toga ini sejenak dan menggantinya dengan mahkota kebanggaan kami, Tanah Papua,” ucapnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Dian menegaskan bahwa setiap ilmu yang ia raih hari ini ia persembahkan sepenuhnya untuk tanah kelahirannya, Papua. Datang dari daerah yang jauh melalui Program MUI Kaimana, ia menyebut kesempatan ini sebagai anugerah besar dari Allah SWT yang patut disyukuri.
“Ilmu yang saya dapat hari ini, inilah yang akan saya bawa pulang,” katanya dengan penuh keyakinan.
Perjalanan studinya tidak selalu mudah. Di semester awal perkuliahan, Dian harus menghadapi masa adaptasi yang berat, ditambah kabar duka wafatnya sang ayah di tengah proses studi. Namun, ia mengaku mampu bangkit berkat dukungan dari MUI Kaimana, para dosen, dan teman-temannya.
Sebuah kalimat yang terus menguatkannya hingga hari ini, “Jangan menyerah, teruskan langkahmu agar ayah dan ibumu bangga dari sana (surga).”

Baginya, kehilangan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Jarak dari Timur Indonesia bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Jangan merasa kecil. Jangan merasa mimpi hanya milik orang-orang besar. Mimpi adalah milik kita semua, termasuk kami putra-putri Papua,” tegas Dian.
Di akhir sambutan, Dian menyampaikan terima kasih kepada almarhum orang tuanya yang selalu menjadi cahaya dalam hidupnya, kepada MUI yang telah melihat dan menghargai potensinya, Pemerintah Kaimana, serta seluruh civitas akademika.
Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Rektor UIN Gus Dur atas beasiswa penuh yang diterimanya.
“Ini adalah jembatan bagi saya untuk terus melangkah dan mengubah hidup saya,” tutupnya.
Sambutan Dian hari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ruang harapan, dan bahwa mimpi dari Timur Indonesia layak bersinar seterang mungkin.
Penulis : Anik Maghfiroh
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Kerja Humas