Wisuda ini merupakan bagian dari kelulusan para dosen sebagai alumni Sekolah Pemikiran Gus Dur (SPGD), sebuah forum kaderisasi intelektual yang digagas untuk memperdalam, merawat, dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur dalam ranah keilmuan, sosial, dan kebangsaan.
Para dosen UIN Gus Dur yang diwisuda antara lain; Muhamad Masrur, M.E.I., Aris Priyanto, M.Ag, Muchamad Fauyan, M.Pd., Hairus Saleh, M.A., Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I., Muhammad Mufid, M.Pd.I., Dr. Taufiqur Rohman, M.Sy., Ahmad Khotim Muzakka, M.A., Ria Anisatus Sholihah, M.S.A., Aan Fadia Annur, M.Pd., Miftahul Huda, M.Sos., Dian Rif’iyati, M.S.I., Ade Gunawan, M.M., Dewi Anggraeni, M.A., M. Arif Kurniawan, M.M., Aenurofik, M.A., dan Muh. Izza, M.S.I.
Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., mengapresiasi capaian ini. “Wisuda dosen UIN Gus Dur dalam Sekolah Pemikiran Gus Dur menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran akademisi sebagai penerus nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan moderasi beragama yang diwariskan Gus Dur. Kami berharap para dosen mampu menularkannya kepada mahasiswa dan masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui wisuda ini, UIN Gus Dur semakin memperkuat identitasnya sebagai kampus yang konsisten mengintegrasikan nilai inklusivitas, pluralisme, dan keadilan sosial dalam tridarma perguruan tinggi.
Penulis : Taufiqur Rohman
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Humas

