Taklimat Presiden ini diikuti sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan ketiga antara Presiden Prabowo dengan kalangan akademisi dalam satu tahun terakhir, sebagai bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kalangan akademisi merupakan kekuatan intelektual bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Presiden menekankan bahwa perguruan tinggi memegang posisi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global.
Presiden juga menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah peningkatan dana riset nasional hingga mencapai Rp12 triliun, guna mendorong lahirnya inovasi dan riset yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk menambah jumlah beasiswa pendidikan tinggi, serta melakukan penguatan sumber daya dosen dan sarana prasarana perguruan tinggi tanpa membebani masyarakat maupun mahasiswa. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara merata di seluruh Indonesia.
Menanggapi arahan Presiden, Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar pemerintah terhadap dunia pendidikan tinggi.
“Taklimat Presiden ini menjadi penguatan moral sekaligus strategis bagi perguruan tinggi. Akademisi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga berperan aktif menghadirkan solusi berbasis riset dan keilmuan bagi persoalan bangsa,” ujar Prof. Zaenal.
Ia menambahkan, komitmen pemerintah dalam peningkatan dana riset dan beasiswa merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi, termasuk UIN Gus Dur, untuk semakin meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.
“UIN Gus Dur siap mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan daya saing global,” tegasnya.
Kehadiran Rektor UIN Gus Dur dalam forum nasional ini menegaskan komitmen institusi untuk terus berperan aktif dalam pembangunan nasional, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mencetak generasi unggul, moderat, dan berintegritas.
Penulis : Baryachi
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas