Plt. Kepala Biro UAPK, H. Muhtar Ali Ahmadi, S.Ag., selaku pembina apel menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang perlu disampaikan dalam menindaklanjuti arahan dari Prof. Suyitno pada saat pembukaan kegiatan penyusunan Pagu Anggaran Ditjen Pendis Tahun 2026.
Penurunan Pagu Indikatif Ditjen Pendis Tahun 2026 menjadi 35,09 dari yang sebelumnya 36,2 Triliun. “Tentu akan berimplikasi pada masing-masing satker di UIN Gus Dur ini. Dengan demikian, perlu adanya skala prioritas, melakukan mapping atau pemetaan dengan melihat Asta Cita dan Asta Protas Menag,” ujar Kabiro saat menyampaikan amanat berupa arahan pada apel pagi.
Beberapa hal yang dapat menjadi prioritas adalah mengenai implementasi berbasis ISO, diantaranya melengkapi catatan yang perlu ditindaklanjuti agar tetap sesuai standar mutu dan standar pelaksanaan Perguruan Tinggi. “Kita perlu menyesuaikan, mensosialisasikan, menyusun, dan mengkompilasi. Masing-masing Katim dan Kasubag perlu bekerjasama dengan staf yang bersangkutan demi kelancaran bersama. Target kita Oktober agar sudah selesai,” lanjutnya.
“PPID juga masih kita siapkan agar segera bisa dirilis untuk publik. Program ekoteologi dari Kemenag, juga akan kita laksanakan menyusul teman-teman kita PPPK dan CPNS yang sudah melaksanakan duluan,” tutupnya.
Harapan besar kedepan agar UIN Gus Dur Pekalongan bisa menjadi salah satu PTKIN yang informatif.
Penulis : Sri Lestari
Ediotor : Anik Maghfiroh

