Kunjungan ini didampingi oleh Pratomo Cahyo Kurniawan, M.Ak. selaku dosen mata kuliah Audit Internal. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Plt. Sekretaris Inspektorat, Ibu Puji Setiyowati, S.H. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas kedatangan mahasiswa UIN Gus Dur. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Kehadiran kalian menunjukkan adanya kepercayaan kepada inspektorat untuk berbagi ilmu, khususnya terkait integritas dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Hal ini sangat relevan dengan mata kuliah Audit Internal yang sedang dipelajari,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa inspektorat merupakan perangkat daerah yang membantu Bupati dalam melaksanakan pengawasan, mulai dari tingkat OPD hingga pemerintahan desa,
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Audit Internal, Pratomo Cahyo Kurniawan, M.Ak. Ia menekankan pentingnya pengalaman praktis bagi mahasiswa. “Kegiatan ini seperti memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung, tidak hanya di dalam kelas. Kami sangat berterima kasih kepada Inspektorat yang telah menerima kami. Ini merupakan pengalaman yang tidak semua orang bisa dapatkan,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “Silakan cermati materi yang disampaikan dan tanyakan hal-hal yang belum dipahami. Harapannya, teman-teman dapat benar-benar memahami peran audit internal dan bahkan tertarik untuk melakukan penelitian di Inspektorat,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan materi mengenai tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan Peran Inspektorat Daerah dalam Pencegahan dan Deteksi Fraud yang disampaikann oleh Inspektur Pengawas Khusus (Irbansus), Imam. Pada sesi ini dijelaskan mengenai ciri good governance, pencegahan fraud, upaya pemberantasan korupsi, peluang fraud, dan gejala fraud.

Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif. Maulina Fransiska membuka diskusi dengan pertanyaan mengenai kemungkinan menghilangkan fraud secara total, dan dijelaskan bahwa fraud tidak dapat dihapus sepenuhnya namun dapat diminimalkan melalui pengendalian dan pengawasan yang kuat. Nayla Safarah kemudian menanyakan prosedur penanganan kecurangan, yang dijelaskan dimulai dari aduan masyarakat atau perangkat daerah, koordinasi dengan APH, hingga proses audit dan klarifikasi.
Fatimah mengajukan pertanyaan terkait peran APIP dalam memastikan penerapan prinsip Good Governance secara konsisten, yang dijawab melalui penjelasan mengenai pengukuran efektivitas, efisiensi, dan evaluasi berkelanjutan. Pertanyaan terakhir dari Nuzul Alif Setiawan mengenai pemanfaatan AI dijawab dengan penjelasan bahwa Inspektorat telah menggunakan aplikasi pengaduan terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Setelah tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Batang kepada UIN Gus Dur, serta penyerahan kenang kenangan dari pihak kampus sebagai simbol apresiasi. Kegiatan company visit ini, diharapkan mahasiswa dapat memperkuat pemahaman akademik sekaligus memperoleh perspektif nyata mengenai praktik audit internal dan pengawasan pemerintah daerah.
Reporter : Nayla, Narania, Findika, Granada.
Editor : Baryachi