Accessibility Tools

Print this page

UIN Gus Dur Pekalongan Dipercaya Kementerian Agama sebagai Pelaksana Seleksi Studi ke Mesir 2026

24 April 2026

Pekalongan (24/04) - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) kembali menorehkan kepercayaan nasional. Pada tahun 2026, UIN Gus Dur resmi ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara seleksi calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Penunjukan ini tertuang dalam Petunjuk Teknis Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia ke Mesir Tahun 2026 yang disusun oleh Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Dalam dokumen tersebut, UIN Gus Dur Pekalongan tercantum sebagai salah satu dari sejumlah PTKI yang diberi mandat untuk melaksanakan proses seleksi, baik tahap ujian berbasis komputer (CBT) maupun wawancara. 

Seleksi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menjaga kualitas calon mahasiswa Indonesia yang akan menempuh pendidikan di Timur Tengah, khususnya di Universitas Al-Azhar yang selama ini menjadi tujuan utama studi keislaman. Tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke kawasan tersebut mendorong perlunya sistem seleksi yang terstandar dan berkualitas. 

Adapun tahapan seleksi terdiri dari dua tahap utama, yakni tes kemampuan Bahasa Arab berbasis CBT yang dilaksanakan secara online, serta tahap wawancara yang dilakukan secara langsung di perguruan tinggi penyelenggara. Materi seleksi meliputi kemampuan bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, kemampuan membaca kitab (qiraatul kutub), serta wawasan keislaman dan kebangsaan. 

Pendaftaran seleksi dibuka mulai 22 April hingga 9 Mei 2026 melalui laman resmi yang telah disediakan. Setelah melalui proses verifikasi berkas dan pembayaran, peserta akan mengikuti simulasi serta ujian CBT pada pertengahan Mei, dilanjutkan dengan wawancara pada akhir Mei 2026. Pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada 5 Juni 2026.

Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyampaikan bahwa kepercayaan dari Kementerian Agama ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

“Penunjukan UIN Gus Dur sebagai salah satu pelaksana seleksi calon mahasiswa ke Mesir tahun 2026 adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti. Ini menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan, khususnya dalam bidang pengembangan bahasa dan akademik, telah diakui secara nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor berharap keikutsertaan UIN Gus Dur dalam program ini dapat semakin memperkuat peran kampus dalam mendukung internasionalisasi pendidikan Islam, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan studi di pusat-pusat keilmuan dunia, seperti Universitas Al-Azhar Kairo.

Syarat pendaftaran sebagai berikut;

(1) Pendaftaran hanya bisa dilakukan oleh calon mahasiswa yang belum berusia 30 tahun per 1 Mei 2026; 

(2) Melakukan pendaftaran dengan membuat akun melalui website https://mesir.kpbptki.or.id/. Untuk memilih lokasi seleksi ujian dan mengunggah dokumen yang diperlukan sebagai berikut: Ijazah dan transkrip nilai; Surat keterangan lulus (SKL) atau Rapor kelas XII bagi lulusan tahun 2026; Pas foto berwarna ukuran 3x4 (tanpa cadar bagi perempuan); Surat izin dari orang tua/wali bermaterai Rp 10.000 (template di website). 

(3) Pendaftaran calon peserta tanggal 22 April - 09 Mei 2026;

(4) Verifikasi dan Validasi Dokumen 22 April – 10 Mei 2026;

(5) Pemberian Virtual Account bagi yang dinyatakan lolos verifikasi berkas mulai dari 23 April 2026.

(6) Masa Pembayaran Biaya Seleksi 11-15 Mei 2026

(7) Bagi yang sudah membayar tetapi tidak mengikuti tahapan tes sesuai dengan yang telah ditentukan, maka biaya seleksi tidak dapat ditarik kembali;

(8) Penetapan calon peserta seleksi (lolos verifikasi dokumen) 22 April - 10 Mei 2026, yang akan diumumkan di website https://mesir.kpbptki.or.id/.

(9) Simulasi CBT 16 Mei 2026 yang akan diinformasikan lebih lanjut oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara seleksi.

(10) Peserta yang lolos seleksi administrasi dan terverifikasi membayar biaya seleksi sebesar Rp. 350.000,00 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah); 

(11) Pembayaran dilakukan melalui nomor rekening Konsorsium Pusat Bahasa PTKI dengan menggunakan Virtual Account yang akan muncul ketika sudah melakukan pendaftaran. 

(12) Materi yang diujikan adalah;  Kemampuan Bahasa Arab yang akan diuji melalui CBT online; Wawancara yang meliputi hafalan Al Quran Juz 1, Qiroatul Kutub, dan wawasan keislaman dan kebangsaan; 

(13) Nilai kelulusan final adalah akumulasi dari nilai seleksi CBT online (60%) dan Wawancara (40%).

(14) Peserta yang lulus seleksi akan diumumkan oleh Kementerian Agama tanggal 5 Juni 2026 melalui website: https://mesir.kpbptki.or.id/.


Penulis   : Baryachi

Redaktur : Tim Kerja Humas

 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…