Dalam amanatnya, Plt. Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (Kabiro AUPK) H. Muhtar Ali Ahmadi, S.Ag., yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan pentingnya momen ini sebagai pengingat atas sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
“Hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh hikmat untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sebuah momen yang selalu mengingatkan kita pada sejarah panjang perjuangan bangsa. Kita mengenang bagaimana para pendahulu menghadapi cobaan besar ketika Pancasila berusaha digantikan dengan paham-paham yang memecah belah. Namun sejarah membuktikan, Pancasila tetap tegak dan menjadi perekat bangsa,” ujarnya.
Mengusung tema nasional “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya,” Kabiro menekankan bahwa perbedaan suku, bahasa, budaya, dan keyakinan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan besar bangsa Indonesia.
“Tanpa Pancasila, mungkin bangsa ini sudah lama terpecah-belah. Tetapi dengan Pancasila, kita bisa terus bersatu, saling menghargai, dan bersama melangkah menuju cita-cita Indonesia Raya yang adil, makmur, dan bermartabat,” tambahnya.
Kabiro AUPK juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan UIN Gus Dur sebagai laboratorium kebangsaan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai pegawai dan sivitas akademika UIN Gus Dur, kita memiliki tanggung jawab menjadi penjaga nilai, pengembang ilmu, dan teladan dalam pengamalan Pancasila. Kampus ini adalah rumah bagi toleransi, moderasi, dan keberagaman. Semangat Gus Dur harus terus hidup dalam setiap langkah kita,” pesannya.
Menutup amanatnya, Kabiro AUPK mengajak seluruh peserta upacara untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman.
“Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi untuk meneguhkan janji bahwa Pancasila akan terus kita jaga, kita amalkan, dan kita wariskan. Selama Pancasila hidup di dada setiap anak bangsa, Indonesia akan tetap tegak dan berjaya,” tutupnya.
Upacara berlangsung lancar dengan semangat nasionalisme yang kental, diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kejayaan bangsa Indonesia.
Dirgahayu Hari Kesaktian Pancasila. Jayalah Pancasila, Jayalah Indonesia!
Penulis : Anik Maghfiroh
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Humas

