Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Lembaga serta seluruh unit di lingkungan UIN Gus Dur. Management Review menjadi agenda strategis untuk mengevaluasi capaian standar mutu sekaligus merencanakan langkah perbaikan di tahun berikutnya.
Khaerunnas, S.H., M.H, CGCAE pada kegiatan ini menyampaikan penguatan tata Kelola perguruan tinggi. beliau menceritakan perjalanan kariernya, Khaerunnas pernah menjabat sebagai Kepala Biro di beberapa kampus PTKIN. Ia mengutarakan bahwa Irjen memiliki tugas yang tidak mudah karena harus mengawasi begitu banyak satuan kerja di bawah Kementerian Agama.
“Amanah ini berat, Saya berupaya ingin mengajak semua ASN Kemenag untuk berintegritas, mengajak setiap ASN untuk kebaikan,” tutur Khaerunnas. Ia menambahkan Menteri Agama meminta langsung Irjen untuk melakukan pembenahan. “Menteri Agama berharap Inspektorat Jenderal (Itjen) bekerja tegas tanpa pandang bulu dalam menindak pelanggaran,” tegasnya.
Khaerunnas mengatakan, Itjen datang dalam upaya pencegahan. “Mudah mudahan tidak ada temuan di UIN Gus Dur Pekalongan kedepannya. Supaya tidak ada temuan, kita semua harus sama-sama komitmen menjaga integritas,” terangnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan tes integritas dengan membedah sumpah PNS, diantaranya bahwa PNS akan bekerja sesuai ketentuan dan perundangan, tanggung jawab, mengutamakan kepentingan negara, menjaga rahasia. Para peserta mendapat pertanyaan apakah sudah melakukan hal itu semua, kalua sudah berarti bisa dikatakan sudah berintegritas.
Khaerunnas mengungkapkan di dalam kedisiplinan PNS, setiap ucapan, perbuatan dan tindakan yang bertentangan dengan kewajiban dan larangan PNS sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
“Pada hakikatnya integritas itu untuk kepentingan diri kita sendiri, missal tidak disiplin dalam bekerja akan berakibat pada hukuman disiplin, turun pangkat bahkan pemberhentian jabtan yang akan berdampak pada keluarga kita. Kita tidak disiplin anak kitab isa jadi korban,” jelas Khaerunnas. Pemberhentian berikutnya terkait denga persoalan uang yaitu korupsi itu yang tidak ada tolerir. Amanat Presiden untuk mengawal uang negara.
“Agama managajarkan, Makanlah dari jerih payahmu dan dari hak kita. Jika kita renungkan apakah Anda sebagai pegawai UIN Gus Dur punya hutang pada UIN Gus Dur? Contohnya apakah gaji ataupun tunjangan kinerja kita sesuai tidak dengan yang kita lakukan?” ucapnya. Pada hakikatnya integritas akan menyelamtkan diri kita di dunia dan akhirat. “Hakikat inegritas tidak ada arti apa apa kalau tidak diimplementasikan. Mari kita lihat apa yang sudah kita berikan kepada UIN Gus Dur Pekalongan,” pungkasnya.
Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M. Ag., menyampaikan apresiasi atas penguatan perspektif yang diberikan oleh Irjen Kemenag. Rektor menegaskan bahwa UIN Gus Dur berkomitmen terus dalam pengendalian dan peningkatan penjaminan mutu internal secara berkelanjutan.
“Saya harap kedatangan beliau bisa mebina kami semua, beliau orang yang aktif di media sosial, hampir setiap hari medsos beliau selalu ada unggahan, banyak upload tentang integritas ASN,” ungkap Prof. Zaenal. Prof. Zaenal berharap kehadiran Irjen Kemenag akan memberikan insiparsi dan motivasi dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan menjadikan seluruh dosen dan pegawai UIN Gus Dur akan lebih baik.
Penulis : Baryachi
Editor : Irham Baihaqi Thoha
Redatur : Tim Kerja Humas

