Lebih dari 90 mahasiswa tersebut mendapat beasiswa dengan masing-masing program, mulai dari Peningkatan Prestasi Akademik, Tahfidzul Qur’an dan Kajian Keislaman. Dari ketiga program tersebut memiliki persyaratan masing-masing, untuk peningkatan prestasi akademik adalah mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akdemik mendapatkan beasiswa Rp 2.000.000 untuk satu semester. Beasiswa kedua adalah tahfidzul Qur’an untuk beasiswa ini ada 4 macam penerima, tahfidz 5-9 juz mendapat beasiswa Rp. 2.000.000,-, tahfidz 10-19 Juz mendapat beasiswa Rp. 3.500.000, tahfidz 20-29 Juz mendapat beasiswa Rp. 4.500.000 ketiganya diterimakan dalam satu semester beasiswa putus, sedang untuk Tahfidz 30 Juz nominal beasiswa Rp. 6.000.000,- dan diterima sampai semester 8 (On Going). Sedang beasiswa terakhir adalah beasiswa Kajian Keislaman dengan nominal Rp. 5.000.000,- untuk beasiswa ini dikhususkan untuk jurusan Ilmu Hadits, Ilmu al Qur’an dan Tafsir dan Tasawuf dan Psikoterapi.
Dalam kesempatan tersebut hadir secara langsung, Kasubag AKMA Dimas Ilham Sejati mewakili WR 3 juga staf WR 3 dan tim AKMA, serta dari BNI 46 KCP Wiradesa sebagai perbankan yang menjadi fasilitator penerimaan beasiswa. Dalam sambutannya Pak Dimas menyampaikan pesan “selamat kepada para penerima beasiswa dan memohon agar mampu memanfaatkan sebaik mungkin beasiswa ini, beasiswa memiliki tujuan utama adalah untuk membayar UKT kuliah, jangan dibandingkan nominal satu dengan yang lain, apabila ada rasa terimakasih dan rasa syukur maka pasti akan berdampak pada keberkahan dengan berkah maka akan cukup untuk semua.” ungkap Dimas
Selanjutnya dari BNI 46 menyampaikan bahwa menaruh harapan, rekening BNI tidak hanya digunakan saat pencairan beasiswa saja tapi bisa digunakan untuk tabungan bahkan lebih mudah ketika menggunakan aplikasi WONDR (aplikasi BNI secara Online).
Salah satu mahasiswa penerima Tahfidz 30 Juz menyampiakan rasa terimakasih atas beasiswa dari UIN Gus Dur, secara pribadi tentu ini adalah amanah kepada saya agar bisa terus menerus membumikan al-Qur’an di kampus tercinta, ungkap Zidan alfahmi
Selain itu penerima beasiswa PPA Irsyad kama Fahreza, juga mengungkpakan hal yang sama bahwa beasiswa ini adalah sealin apresisasi dari kampus juga amanah yang harus kami jaga dan berikan yang terbaik untuk kampus tercinta UIN Gus Dur.
Penerima beasiswa kajian keislaman Krisna Hadi Wijaya justru merasa terhormat atas pemberian beasiswa di jurusan keislaman yang ada di Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah, “beasiswa ini adalah kehormatan bagi kami, karena judulnya kajian keislaman maka kami akan menyampaikan amanah ini untuk senantiasa berusaha menginspirasi mahasiswa tasawuf piskoterapi, ilmu haddits dan ilmu al-Qur’an – Tafsir unruk bisa memberikan yang terbaik.” Ungkap Krisna.
Beasiswa ini adalah bentuk komitmen UIN Gus Dur untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi untuk lancara dalam kuliahnya dan menginspirasi bagi mahasiswa lainnya.
Reporter : Abdul Azim
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Kerja Humas

