Konferensi ilmiah berskala internasional yang mengusung tema besar “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovation for a Just and Sustainable Future” ini menghadirkan para akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas isu-isu kontemporer dalam studi keislaman, sains, dan masyarakat global. Nur Kholis turut berperan aktif dalam sesi Parallel 1nd Session pada Kamis, 30 Oktober 2025, di Classroom 5 Lantai 2, Fakultas B, dengan tema Dekolonisasi Studi Islam.

Para presentator terbagi dalam dua fokus utama: pertama, membahas ulang epistemologi studi Islam agar lebih berpijak pada pengalaman dan tradisi keilmuan umat Islam sendiri; dan kedua, mengkaji bagaimana nilai-nilai lokal dapat terakomodasi dalam pemahaman serta praktik keislaman di masyarakat. Nur kholis menekankan bahwa proses dekolonisasi bukan sekadar menolak warisan intelektual Barat, melainkan membangun cara pandang yang lebih mandiri dan kontekstual dengan realitas sosial umat.
Nur kholis menyampaikan harapan agar event ini tidak berhenti di sini. “Saya berharap AICIS dapat lebih memberikan perhatian pada kajian-kajian dan hasil-hasil riset yang benar-benar berdampak pada kehidupan umat Muslim,” ujar Nur Kholis.
Penulis : Juniarto Binta Jaya
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Kerja Humas

