Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Bagian Umum, H. Muhtar Ali Ahmadi, S.Ag., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya menjaga eksistensi, integritas, dan profesionalisme sebagai pegawai, baik ASN maupun non-ASN, di lingkungan kampus.
Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa status kepegawaian dan jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijaga dengan sikap rendah hati. “Jangan sampai status dan jabatan menjadi jebakan. Merasa pekerjaan tertentu tidak sesuai dengan level kita adalah sikap yang harus dihindari. Semua tugas adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa momentum bulan Ramadhan hendaknya dimaknai sebagai ruang muhasabah dan introspeksi diri, termasuk dalam menjalankan peran sebagai bagian dari institusi. Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperbaiki niat, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pengabdian.
“Ramadhan adalah saat yang tepat untuk merenung dan memperbaiki diri. Siapa pun kita, dengan status apa pun, niatkan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi UIN Gus Dur. Bekerjalah sepenuh jiwa dan sepenuh hati,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar ibadah puasa tidak dijadikan alasan untuk menurunkan semangat dan produktivitas kerja. Sebaliknya, puasa harus menjadi sarana melatih disiplin, tanggung jawab, serta pengendalian diri dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Melalui apel rutin ini, diharapkan seluruh pegawai dapat memperkuat kembali komitmen, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga etos kerja yang berlandaskan nilai keikhlasan dan tanggung jawab. Dengan semangat Ramadhan, seluruh sivitas akademika diharapkan terus bersinergi dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan dan reputasi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berintegritas.
Penulis : Sri Lestari
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas

