Accessibility Tools

Dari Santri untuk Negeri: 57 Pesantren Ikuti Ekspo Kemandirian di UIN Gus Dur Pekalongan

28 October 2025

Pekalongan (28/10) - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan gelar Ekspo Kemandirian Pesantren se-Eks Karesidenan Pekalongan Tahun 2025, yang digelar selama dua hari, 28–29 Oktober 2025, di Gedung Student Centre Kampus 2 UIN Gus Dur Pekalongan.

Kegiatan ini diikuti oleh 57 pondok pesantren yang membuka stand pameran produk hasil pengembangan ekonomi kreatif pesantren. Para peserta merupakan penerima bantuan program inkubasi bisnis pesantren se-Eks Karesidenan Pekalongan tahun 2024/2025 sebagai bentuk implementasi nyata kemandirian pesantren di bidang ekonomi.

Acara pembukaan dihadiri oleh Sivitas Akademika UIN Gus Dur Pekalongan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Eks Karesidenan Pekalongan, Ketua Ormas se-Kabupaten Pekalongan, serta para pengasuh pondok pesantren baik dari mitra maupun peserta ekspo.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyambut hangat seluruh peserta ekspo dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren.

“Selamat datang kepada seluruh peserta ekspo kemandirian pesantren. Ini kegiatan yang baik, hasil kolaborasi antara UIN Gus Dur dengan pesantren. Jumlah santri di Indonesia mencapai jutaan; mereka luar biasa. Melalui program inkubasi bisnis ini, semoga semakin banyak pesantren yang mandiri secara ekonomi. Di UIN Gus Dur, kami juga menyediakan beasiswa khusus untuk kader pesantren dan tahfidz. Kami mengundang santri dari berbagai pesantren untuk bergabung dan melanjutkan studi di UIN Gus Dur,” ungkapnya.

Sementara itu, Drs. KH. Ahmad Farid, M.S.I., KanKemenag Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berterima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ini adalah bukti komitmen kita bersama. Dengan acara ini semoga akan muncul semangat agar pesantren selalu mandiri. Pesantren adalah salah satu tiang agama dan pusat pendidikan moral. Dengan banyaknya pesantren, lahirlah embrio kemandirian ekonomi berbasis lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai sopan santun dan inovasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Biro UAPK UIN Gus Dur Pekalongan, H. Muhtar Ali Ahmadi, S.Ag., menambahkan bahwa kegiatan ekspo ini merupakan wujud konkret kemandirian pesantren dan santri di era modern.

“Ekspo ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu mandiri, terutama di bidang ekonomi. Kegiatan ini juga menunjukkan kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan perguruan tinggi. Santri dan pesantren harus mampu berdaya saing dengan perubahan zaman. Rangkaian ekspo juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan UKM dan lomba antar pesantren. Akan ada penghargaan untuk stand paling kreatif, paling ramai, dan paling bersih,” ujarnya.

Acara yang berlangsung dua hari ini menjadi ajang inspiratif bagi pesantren untuk menampilkan potensi dan produk unggulan mereka, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia pendidikan dan bisnis. Ekspo Kemandirian Pesantren 2025 menjadi langkah strategis dalam membangun pesantren yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sesuai semangat UIN Gus Dur sebagai kampus yang mengusung nilai “Kemandirian dan Kolaborasi Menuju Peradaban Unggul.”

Pada hari kedua acara ekspo kemandirian pesantren akan dirangkai dengan Lomba Karaoke Pop Solo Islami serta akan diberikan penghargaan untuk kategori stand paling kreatif, stand paling ramai dan stand paling bersih.


Penulis    : Anik Maghfiroh

Editor     : Sri Lestari

Redaktur : Tim Humas

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…