Acara ini menghadirkan narasumber yang sangat berpengalaman dibidang handicraft terutama dalam menggunakan barang bekas yang disulap menjadi souvenir cantik, yaitu Ibu Siti Alfia, yang dikenal sebagai pemilik Awie Art dan ahli dalam seni kerajinan tangan. Ibu Siti Alfia berbagi wawasan tentang berbagai teknik kreatif dan inovatif dalam mengolah barang bekas menjadi produk baru yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsional. Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan UIN Gusdur tidak hanya bertujuan untuk melatih keterampilan para anggota DWP, tetapi juga untuk mengampanyekan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan melalui praktik daur ulang.
Tujuan Pelatihan dan Peringatan Hari Ibu
Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas anggotanya. Selain itu, acara ini menjadi momen penting untuk memperingati HUT DWP ke-25 sekaligus juga Hari Ibu ke-96 sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peran besar kaum perempuan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja.

Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Ibu Hj. Hariroh Zuliyanti, S.Ag “Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas anggota dalam mengolah barang bekas menjadi kerajinan yang bernilai guna.dan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui praktik daur ulang. Serta memotivasi peserta untuk melihat peluang usaha kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga”.
Selain pelatihan, acara ini juga menjadi wadah silaturahmi antar anggota Dharma Wanita Persatuan dan pengurus DWP, sehingga semakin mempererat hubungan kekeluargaan dalam suasana yang penuh kebersamaan.
Antusiasme Peserta dan Proses Pelatihan
Dalam pelatihan ini, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan beberapa teknik dasar kerajinan tangan, seperti membuat gantungan kunci dari tutup botol air mineral yang bermanfaat juga untuk menyimpan uang logam / koin yang sangat cantik, dan gantungan kunci berbentuk boneka yang memanfaatkan kain perca. Dengan panduan dan inspirasi yang diberikan oleh Ibu Siti Alfia, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Beberapa peserta bahkan membagikan ide kreatif mereka sendiri, sehingga menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan penuh semangat.

Tidak hanya itu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif dengan menginspirasi peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Barang-barang yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat disulap menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan komersial.
Pentingnya Pelatihan Handicraft sebagai Sarana Pemberdayaan
Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan kreatif. Dengan menguasai keterampilan handicraft, anggota DWP UIN Gusdur dapat menjadikan kerajinan tangan sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus cara untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
Penutup dan Harapan
Pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian hasil karya yang telah dibuat oleh para peserta. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, peserta menyampaikan rasa terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan yang inspiratif ini.
Dengan semangat dan peringatan HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu ke 96, acara ini menjadi bukti nyata bagaimana perempuan dapat terus berdaya dan berkontribusi, baik untuk keluarga, masyarakat, maupun lingkungan sekitarnya. Dharma Wanita Persatuan UIN K.H. Abdurrahman Wahid berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lebih banyak lagi inisiatif kreatif dan bermanfaat di masa mendatang._(DWP)

