Accessibility Tools

Filosofi Jawa di Tengah Arus Digital: Bedah Buku Warnai Social Area Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan  

05 December 2025

 

Pekalongan (05/12) - Perpustakaan UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar kegiatan literasi inspiratif melalui Bedah Buku yang berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Social Area Lantai 1 Perpustakaan. Acara ini menghadirkan penulis buku “Neng Ning Nung Nang: Filosofi Jawa Kuna yang Menjawab Keresahan Manusia Modern”, Setyo Hajar Dewantoro, untuk mengupas nilai-nilai keluhuran Jawa yang masih relevan di tengah dinamika kehidupan saat ini.

Acara dibuka dengan pengantar kegiatan yang disampaikan oleh pustakawan Fatonah, S.Kom., mewakili Kepala Perpustakaan Hj. Junaeti, S.Sos, M.M. Dalam laporannya, Fatonah mengungkapkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 120 peserta secara langsung dan jumlah tak terbatas melalui siaran daring. Ia menegaskan bahwa kegiatan bedah buku menjadi salah satu upaya Perpustakaan dalam meningkatkan minat baca sivitas akademika sekaligus memperluas akses informasi dan pengetahuan.

Mengusung tema kearifan lokal, diskusi berfokus pada pertanyaan fundamental: Benarkah kita mewarisi DNA keluhuran dari para pendahulu? Filosofi Jawa seperti Nrimo ing PandumSepi ing Pamrih Rame ing Gawe, serta konsep Neng Ning Nung Nang menjadi sorotan utama sebagai warisan nilai yang sarat makna, terutama bagi manusia modern yang kerap dilanda kegelisahan dan kehilangan arah di tengah derasnya arus digital.

Menurut Fatonah, kegiatan ini menjadi ruang publik yang strategis untuk menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Filosofi Neng Ning Nung Nang dipaparkan sebagai ajaran yang menekankan ketenangan batin (neng), kejernihan pikiran (ning), ketelitian dalam bertindak (nung), hingga pencapaian puncak pemahaman spiritual (nang). Nilai-nilai ini dinilai mampu memberikan pegangan bagi generasi masa kini dalam menghadapi perubahan sosial yang begitu cepat.

Dalam paparannya, Setyo Hajar Dewantoro menjelaskan bahwa filosofi Jawa tidak sekadar ajaran moral, tetapi juga peta perjalanan batin manusia untuk kembali pada jati dirinya. Ia menuturkan bahwa manusia modern sering kali terjebak dalam hiruk-pikuk ambisi, sehingga kehilangan hubungan dengan akar budaya dan jati dirinya. Melalui bukunya, ia mengajak pembaca untuk menyelami kembali nilai-nilai kebijaksanaan para leluhur yang masih relevan dan dapat menjadi pedoman hidup.

“Filosofi Jawa bukan sesuatu yang kuno. Justru di tengah kegelisahan zaman, kearifan lokal ini menjadi obat yang menuntun manusia menuju ketenangan dan kejernihan,” ungkapnya dalam sesi pemaparan.

Kegiatan bedah buku ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan antusias. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan seputar penerapan nilai-nilai Jawa dalam kehidupan modern, khususnya di lingkungan akademik dan masyarakat.

Dengan penyelenggaraan acara ini, Perpustakaan UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi para leluhur tetap relevan, terjaga, dan mampu menjadi panutan dalam menghadapi tantangan zaman yang berubah begitu cepat. Acara ini sekaligus menegaskan peran perpustakaan sebagai ruang edukasi, inspirasi, dan pelestarian budaya.


Penulis        : Anik Maghfiroh

Editor         : Sri Lestari

Redaktur     : Tim Kerja Humas

 

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…