Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Gus Dur, Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Pembina BCB UIN Gus Dur yang juga Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), serta jajaran staf Wakil Rektor III dan staf AKMA.
Dari pihak BAZNAS, hadir secara lengkap pimpinan yang membidangi beasiswa. Dalam arahannya disampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Program BCB telah mencapai target yang sangat baik, dengan capaian hampir mendekati seratus persen. Hal ini menjadi bukti keseriusan kampus dan para mentor dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa.
Pimpinan BAZNAS menekankan pentingnya penyamaan persepsi, bahwa peserta Program BCB diarahkan untuk bertransformasi dari mustahiq menjadi munfiq di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan rutin bulanan harus terus berjalan secara konsisten, sebagaimana telah diterapkan di puluhan perguruan tinggi mitra dengan pendampingan mentor yang aktif setiap bulan.
Selain pembinaan rutin, BAZNAS juga mendorong penguatan kegiatan kejuaraan dan karya tulis ilmiah mahasiswa. Disampaikan pula bahwa batas akhir pengiriman UKT mahasiswa penerima BCB adalah pertengahan Januari, serta ditegaskan bahwa mentor merupakan ujung tombak keberhasilan program. Dalam waktu dekat, akan dibentuk panitia kecil untuk menyukseskan program Ramadhan.
Sementara itu, Deputi BAZNAS RI dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Beasiswa Cendekia Baznas bertujuan untuk menyelamatkan aset bangsa, yakni mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi agar dapat menyelesaikan studi tanpa terhenti di tengah jalan.
Ia menegaskan bahwa tugas utama mentor adalah memastikan mahasiswa lulus tepat waktu dengan capaian akademik yang baik. Oleh karena itu, pembinaan akademik harus berjalan optimal, mulai dari bimbingan akademik, penguatan budaya membaca dan meneliti, hingga pendampingan penyusunan skripsi agar dapat diselesaikan tepat waktu.
Selain aspek akademik, mentor juga diharapkan mampu memberikan bimbingan karier, sehingga lulusan tidak menjadi sarjana pengangguran. Pendampingan terkait pengembangan karier, kesiapan dunia kerja, serta dorongan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi menjadi bagian penting dari program ini.
Deputi BAZNAS RI juga menekankan pentingnya peran mentor sebagai role model bagi mahasiswa penerima BCB, sekaligus mendorong mahasiswa untuk memiliki motivasi belajar yang tinggi dan mampu mengharumkan nama BAZNAS melalui prestasi dan kontribusi nyata.
Menutup arahannya, ia berharap program ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang, sehingga para mustahiq penerima beasiswa kelak dapat naik tingkat menjadi para muzakki yang berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Kontributor : Abdul Azim
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas