Kompetisi tersebut diikuti oleh 87 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mencapai puncaknya pada Rabu, 3 Desember 2025. Ajang ini menjadi momentum strategis bagi UIN Gus Dur terkhusus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam untuk menunjukkan kapasitas akademik dan kreativitas ilmiah mahasiswa di tingkat nasional, sekaligus memperkuat kualitas akademik fakultas dalam konteks akreditasi program studi.
Juara 1 diraih oleh Sheza Aura Nafasya, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, melalui esainya berjudul “Wakaf Startup Competition sebagai Pemantik Solusi Sosial dari Generasi Muda.” Esai tersebut menekankan peran generasi muda dalam menginisiasi inovasi wakaf berbasis ekosistem startup sosial. Gagasan ini dinilai relevan dengan perkembangan filantropi Islam kontemporer dan memperoleh apresiasi tinggi dari dewan juri.
Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Nabila Yumna Sulthana, juga dari Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dengan esai berjudul “Bayt Al-Waqf sebagai Model Inovatif Transformasi Wakaf Indonesia.” Tulisan ini menawarkan konsep kelembagaan wakaf modern yang adaptif terhadap kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat. Model Bayt Al-Waqf dipandang mampu menjembatani praktik wakaf tradisional dengan tata kelola filantropi yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Prestasi ganda ini menunjukkan bahwa kualitas akademik mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terus berkembang dan mampu bersaing di level nasional. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembelajaran yang terstruktur, atmosfer akademik yang kondusif, serta komitmen program studi dalam menanamkan kemampuan analisis, riset, dan inovasi kepada mahasiswa. Capaian ini juga menjadi indikator penting dalam penguatan aspek penilaian akreditasi, khususnya pada komponen prestasi mahasiswa dan luaran akademik.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI, H. M. Shulthoni, M.S.I., Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Sheza dan Nabila tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga merepresentasikan kualitas pendidikan FEBI secara keseluruhan. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk aktif menghasilkan karya ilmiah dan mengikuti kompetisi yang relevan dengan bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Lebih lanjut, Shulthoni menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi nasional seperti Pekan Wakaf 2025 memberikan kontribusi signifikan terhadap proses reakreditasi program studi. Prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa FEBI memiliki sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu melahirkan gagasan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, kemenangan ini juga menunjukkan peran aktif mahasiswa FEBI dalam menawarkan solusi inovatif terhadap isu-isu strategis pengembangan wakaf nasional. Melalui gagasan startup sosial dan model kelembagaan wakaf modern, kontribusi ilmiah Sheza dan Nabila mencerminkan kapasitas intelektual generasi muda yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga aplikatif.
Dengan demikian, dua kemenangan tersebut menjadi tonggak penting bagi FEBI UIN Gus Dur dalam meningkatkan daya saing dan reputasi akademik. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi intelektual bagi pengembangan ekonomi dan filantropi Islam di Indonesia.
Kontributor : Nuzulul
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas