Accessibility Tools

Print this page

Peneliti UIN Gus Dur Angkat Isu Limbah Tekstil di Forum Internasional ACESD 2025

25 November 2025

Kyushu, Jepang - Konferensi internasional 2025 10th Asia Conference on Environment and Sustainable Development (ACESD 2025) dan 2025 2nd Asia Conference on Environmental Economics and Policy (ACEEP 2025) resmi diselenggarakan pada 8–10 November 2025 di Shiiki Hall, Kyushu University, Ito Campus. Acara prestisius ini mempertemukan para ilmuwan, peneliti, dan akademisi dari berbagai institusi global untuk mendiskusikan isu-isu lingkungan serta pembangunan berkelanjutan.

Konferensi ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari 82 perguruan tinggi di 22 negara, termasuk Jepang, Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan berbagai negara Eropa maupun Asia lainnya. Salah satu delegasi dari Indonesia yaitu tim peneliti MoRa The AIR Fund UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang diketuai oleh Prof. Dr. Susminingsih, M.Ag, bersama tim peneliti: M. Nasrullah, Ahmad Rosyid, Junaeti, dan Siti Aminah Chaniago.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rosyid mempresentasikan hasil penelitian berjudul Faith and Waste: Exploring Determinant Factors in Liquid Waste Management in the Indonesian Textile Industry. Presentasi ini mendapat perhatian besar dari peserta konferensi, khususnya terkait respons pemerintah Indonesia dalam pengelolaan limbah serta perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan. Ketua tim peneliti juga memberikan penjelasan mendalam yang memperkaya diskusi dan mendapatkan apresiasi positif dari peserta.

Rangkaian kegiatan konferensi terdiri dari 11 sesi presentasi lisan, 1 sesi poster, 5 sesi sambutan resmi, dan 6 sesi keynote speaker oleh para pakar internasional, di antaranya Prof. King-Jet Tseng (Singapore Institute of Technology, Singapura), Prof. Dennis Y.C. Leung (Hong Kong University), serta para pakar lain dari Italia, Jepang, dan Portugal. Kehadiran pembicara bergengsi tersebut memperkuat kualitas akademik dan relevansi program konferensi tahun ini.

Selain kesuksesan akademik, momen membanggakan hadir ketika Ahmad Rosyid meraih prestasi sebagai pemenang kedua (2nd Winner) kategori Lucky Draw, menambah catatan positif delegasi Indonesia. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat karena menjadi wadah pertukaran ilmu, peluang kerja sama internasional, serta penguatan komunikasi jangka panjang antara peneliti dan praktisi dalam bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini diharapkan membuka jalan kolaborasi lebih luas di masa mendatang.


Kontributor   : Junaeti

Editor           : Baryachi

Redaktur       : Tim Kerja Humas

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…