Prosesi wisuda yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, para wisudawan dan wisudawati, serta keluarga. Dalam sambutannya, Winasari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan besar yang diberikan kepadanya untuk berdiri mewakili seluruh lulusan.
“Hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan penanda lahirnya babak baru,” ungkapnya di hadapan para hadirin.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh civitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, mulai dari pimpinan universitas, dosen, hingga tenaga kependidikan yang telah membimbing dan mendampingi mahasiswa selama proses pendidikan.
“Semoga semua ketulusan yang Bapak dan Ibu berikan dinilai sebagai ibadah dan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” tuturnya.
Dalam sambutan yang penuh makna dan emosional tersebut, Winasari turut mengajak para wisudawan untuk mengenang jasa orang tua. Ia menyebut ayah dan ibu sebagai “malaikat tak bersayap” yang menjadi sumber kekuatan utama dalam perjalanan akademik para lulusan.

“Jika kita bisa berdiri tegak di sini, itu karena ada bahu yang tak pernah lelah memikul beban, dan tangan yang tak henti menengadah dalam doa,” ucapnya dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan hadirin.
Sambutan tersebut ditutup dengan pesan motivasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar terus melangkah maju, menggapai cita-cita, serta mengabdikan ilmu yang telah diperoleh.
“Hari ini kami telah menyelesaikan satu fase, namun kami berjanji, ini hanyalah awal dari bakti kami,” pungkasnya.
Adapun untuk wisudawan terbaik tingkat Program Studi:
Momentum wisuda ini menjadi bukti keberhasilan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam melahirkan lulusan unggul, berprestasi, dan berkarakter, sekaligus menandai awal perjalanan baru para alumni dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Penulis : Anik Maghfiroh
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Kerja Humas

