Melalui kesempatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan pada fungsi, layanan, serta peluang yang disediakan oleh masing-masing unit dalam mendukung proses akademik maupun pengembangan diri mereka.
Kepala SPI UIN Gus Dur, Agus Arwani, S.E., M.Ag., menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan berbagai aspek non akademik meliputi keuangan maupun kegiatan kampus. “Mahasiswa perlu diperkenalkan dengan SPI agar mengerti wujud dari good governance. Keterlibatan mahasiswa dalam menciptakan budaya integritas dan akuntabilitas juga menjadi hal yang utama,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Direktur P2B, Dr. Ayatullah Sadali, S.Sos, M.M., menyampaikan unit ini berperan sebagai wadah pengembangan bisnis kampus dari membuat rencana, menjalankan kerja sama, serta mengembangkan ide usaha untuk kepentingan bersama. “P2B itu mesin penggerak ekonomi kampus yang tidak hanya fokus pada bisnis tetapi juga membuka peluang untuk mahasiswa ikut terlibat belajar dan berkembang,” ungkap Direktur P2B.
Adapun Ketua LSP, Dr. Rahmat Kamal, M.Pd.I., UIN Gus Dur memperkenalkan program sertifikasi kompetensi yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Melalui LSP, mahasiswa dapat mengukur kemampuan sesuai standar nasional bahkan internasional. “Kami hadir untuk melayani mahasiswa mendapatkan sertifikasi profesi dan memastikan lulusan UIN Gus Dur memiliki bukti kompetensi yang diakui secara resmi. Jadi selain ijazah mahasiswa ketika lulus juga mendapatkan sertifikasi profesi sesuai dengan kompetensinya,” terang Ketua LSP.
Sementara itu, dari UPB, Dr. Muhandis Azzuhri, Lc., M.A., mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai program peningkatan kompetensi bahasa, mulai dari bahasa Arab, Inggris, hingga bahasa asing lainnya. UPB juga memiliki program tes TOEFL dan TOAFL yang seringkali menjadi syarat beasiswa untuk lanjut studi. “Tahun ini ada program yang wajib diikuti yaitu intensifikasi Bahasa Arab untuk semester 1 dan 2. Untuk semester 4 ada program intensifikasi Bahasa Inggris. UPB nanti juga membuka Kursus Bahasa Prancis, Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang, ” ujarnya.
Dengan adanya pengenalan langsung dari SPI, P2B, LSP, dan UPB, diharapkan mahasiswa baru dapat memahami dan memanfaatkan layanan yang ada untuk mendukung perjalanan akademik dan karier mereka ke depan.
Penulis : Serin Himatus Soraya
Editor : Anik Maghfiroh

