Kepala International Office, Hj. Isriani Hardini, M.A., Ph.D., bersama Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., dan Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi, Dr. Rahmat Kamal, M.Pd., menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia yang mempresentasikan hasil penelitian mereka pada forum akademik internasional tersebut. Presentasi tim MoRA Pekalongan ini dilakukan secara online, memungkinkan kontribusi ilmiah tanpa keterbatasan geografis. Penelitian MoRA ini juga merupakan hasil kolaborasi lintas kampus, melibatkan dua dosen dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yaitu Fika Hidayani, M.Hum., dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), serta Am'mar Abdullah Arfan, M.H., dosen Fakultas Syariah. Kolaborasi ini memperkuat jejaring riset antar-PTKIN dalam menggali dan mempromosikan kekayaan intelektual dan kultural Nusantara.

Ajang akademik bergengsi tingkat internasional ini menghimpun 602 peneliti dari 23 negara, dengan total 508 presentasi yang berlangsung dalam format offline dan online. Keberagaman peserta dari berbagai negara seperti Aljazair, Mesir, Indonesia, Iran, Irak, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Palestina, Qatar, Suriah, dan Uni Emirat Arab dan skala penyelenggaraan yang besar semakin menegaskan reputasi DEKAK sebagai forum ilmiah global yang sangat kompetitif. Dalam forum internasional yang diikuti akademisi lintas disiplin ini, kehadiran tim peneliti UIN Gus Dur Pekalongan sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia menjadi capaian yang membanggakan.
Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti mempresentasikan secara online artikel berjudul “Physical Resilience in Words and Taste: A Sociolinguistic Analysis of the Spice Manuscript of the Indonesian Archipelago.” Penelitian ini mendalami naskah kuno Tetamba dari Cirebon, Jawa Barat, yang berisi kumpulan resep pengobatan tradisional berbahan rempah-rempah Nusantara.

Naskah Tetamba tidak hanya berfungsi sebagai rujukan penting dalam praktik pengobatan tradisional, tetapi juga menjadi bukti sejarah bagaimana masyarakat Nusantara membangun konsep ketahanan tubuh melalui keterhubungan antara bahasa, rasa, dan praktik sosial. Melalui pendekatan sosiolinguistik, penelitian ini menegaskan bahwa rempah tidak hanya bernilai fungsional, tetapi juga membentuk identitas budaya dan praktik kesehatan yang diwariskan turun-temurun.
Partisipasi Tim Peneliti MoRA Air Fund UIN Gus Dur Pekalongan dalam kongres internasional ini menegaskan komitmen kampus untuk memperluas diseminasi ilmu pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan manuskrip Nusantara ke ranah akademik global. Dukungan MoRA The Air Funds terus menjadi pendorong bagi penguatan kapasitas riset dan pengembangan jejaring ilmiah internasional bagi PTKIN di Indonesia.
Dengan tampil sebagai satu-satunya tim dari Indonesia dan mempresentasikannya di forum internasional tersebut, UIN Gus Dur Pekalongan semakin mengukuhkan dirinya sebagai duta akademik bangsa, membawa warisan budaya dan tradisi intelektual Indonesia ke panggung dunia melalui penelitian yang berkualitas dan kolaboratif.
Kontributor : Rahmat Kamal
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Kerja Humas