Accessibility Tools

UIN Gus Dur Gelar Studium Generale dalam Bingkai Gus Dur Memorial Lecture

26 August 2024

Pekalongan (26/08) - Dalam rangka Studium Generale, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) selenggarakan Gus Dur Memorial Lecture bertajuk “Demokrasi, Mahasiswa & Kepemimpinan Global” pada Senin (26/08/2024) bertempat di Gedung Student Centre Kampus II UIN Gus Dur Pekalongan.

Acara dibuka secara langsung oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag., serta dihadiri segenap jajaran pimpinan baik struktural maupun fungsional di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan. Acara ini menghadirkan Savic Ali (Senior Advisor Jaringan GUSDURian) sebagai narasumber.

Sebanyak 2.624 mahasiswa baru dengan khidmat mengikuti acara. Acara diawali dengan istighosah bersama sebagai upaya langkah pertama yang baik sebelum para mahasiswa memulai aktifitas perkuliahan.

Prof. Zaenal selaku Keynote Speaker pada acara ini menuturkan, Gus Dur dengan berbagai pemikiran luar biasanya seperti menghargai pluralisme keberagaman, kemanusiaan dan toleransi ini tentu akan menjadi inspirasi bagi kita semua.

“Maka bagi mahasiswa baru harus semangat belajar, belajar dimana saja dan kapan saja baik dikampus, maupun di masyarakat. Hari ini ada 3 mahasiswa Nasrani yang berkuliah disini, dan besok akan ada 3 mahasiswa lagi dari Filipina, ini bukan masalah. Semoga semua mahasiswa dapat meneladani nilai toleransi yang dijunjung tinggi Gus Dur. Tetap semangat, jaga spirit agar senantiasa menjadi mahasiswa yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pesan Prof. Zaenal.

Lebih lanjut Prof. Zaenal menambahkan bahwa kebesaran kampus mendatang tidak akan lepas dari mahasiswa, ke depan akan ada program khusus di Graha Peradaban UIN Gus Dur bagi 50 mahasiswa terpilih untuk berproses memperdalam 3 aspek, yakni; penguasaan bahasa arab, bahasa inggris dan pemahaman tentang kepenulisan karya ilmiah guna terbentuk mahasiswa unggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Hal ini merupakan salah satu implementasi dari inspirasi sosok Gus Dur yang memiliki wawasan luas dan menjadi tokoh global yang tidak perlu diragukan.

“Kebesaran nama Gus Dur yang tersemat pada nama kampus kita UIN K.H. Abdurrahman Wahid atau yang sering disapa dengan UIN Gus Dur, semoga nama besar tersebut membawa keberkahan dan menjadikan UIN Gus Dur kita ini menjadi kampus besar pula,” ujar Prof. Zaenal.

Alissa Qotrunnada Wahid Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian berkesempatan memberikan sambutan hangatnya melalui pemutaran video tapping. Alissa berharap melalui Gus Dur Memorial Lecture segenap sivitas akademika dapat mengambil inspirasi dari perjalanan panjang seorang Gus Dur. “Gus Dur dulu sangat kuat mendorong munculnya anak muda yang kritis, pro-aktif dan mengambil tempat diberbagai peran di Indonesia, ini yang menjadi alasan kami menginisiasi Gus Dur Memorial Lecture. Harapannya para mahasiswa menjadi anak muda yang kritis ditengah dinamika kampus dan dimasyarakat serta mampu mengambil peran mewarnai kehidupan bangsa Indonesia,” ungkap Alissa Wahid.

Hal tersebut senada dengan sambutan yang disampaikan Jay Akhmad dari Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan GUSDURian menyebutkan Gus Dur Memorial Lecture merupakan upaya bersama Jaringan GUSDURian dengan melibatkan berbagai stakeholder terutama kampus-kampus yang ada di Indonesia untuk terus menggali nilai, pemikiran dan keteladanan Gus Dur namun bukan untuk menyanjung, melainkan untuk membedah dalam bingkai akademisi.

“Gus Dur bukan hanya seorang kyai, ulama, presiden namun juga seorang intelektual. Gus Dur tidak lepas dari membaca buku, diskusi, interaksi dengan orang lain untuk mengkonsolidasikan diri, ini menjadi penting karena dapat membentuk karakter diri. Gus Dur adalah sosok yang dimensinya banyak, dia aktifis sekaligus politisi. Sehingga warisannya banyak, untuk menggali warisan ini perlu di buatlah Gus Dur Memorial Lecture,” ungkap Jay Akhmad.

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., mengungkapkan Studium Generale sebagai salah satu majlis akademik di Perguruan Tinggi sebelum memulai perkuliahan sebagai wahana diseminasi khasanah riset akademik yang masih booming di Indonesia. Melalui Studium Generale seluruh sivitas akademika secara bersama akan menyuarakan dengan nyaring tentang kebenaran, keadilan, kemerdekaan dan kebebasan sebagai respon atas apa yang menimpa demokrasi di Indonesia saat ini.


Penulis : Anik Maghfiroh

Editor  : Baryachi

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…