MoU ini mencakup sejumlah poin penting yang akan menjadi dasar kerjasama antara UIN Gus K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan BSI. Beberapa poin utama termasuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pemanfaatan Layanan Jasa serta Produk Perbankan berlandaskan prinsip keadilan, kesetaraan dan saling menguntungkan. Selain itu menyinergikan dan mengoptimalkan potensi dan sumber daya dalam rangka mengembangkan kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU ini berlangsung dalam sebuah acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua belah pihak. Dari pihak UIN Gus K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan jajaran pimpinan rekorat dan dekanat serta sejumlah dosen dan staf akademik UIN Gus Dur. Sedangkan dari BSI, hadir RCEO Region VII Semarang dan tim manajemen BSI Kota Pekalongan dan Kajen.

Rektor UIN Gus K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M. Ag., menyambut baik penandatanganan MoU ini. Prof. Zaenal menyatakan, kerjasama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak.
Prof. Zaenal juga mengungkapkan, pelayanan BSI saat ini sudah baik tapi harus terus ditingkatkan. Prof. Zaenal mengatakan Kerjasama yang dijalin dengan BSI sudah berjalan lama, dan hari ini akan melanjutkan kerjasama. “Kerjasama harus bisa menguntungkan kedua pihak. UIN Gus Dur saat ini juga sudah ada ATM Center silakan bisa dimanfaatkan,” tutur Prof. Zaenal.
Pada kesempatan ini Prof. Zaenal juga mengungkapkan bahwa UIN Gus Dur sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU), oleh karena itu akan melakukan optimalisasi fasilitas yang ada seperti lelang kantin dan penyewaan ruang auditorium yang bisa dipakai awal tahun 2024.

Sementara itu, RCEO Region Kanwil 7 Semarang, Ficko Hardowiseto, juga menyampaikan antusiasmenya terkait dengan kerjasama ini. Ficko mengatakan BSI akan terus meningkatkan layanannya. Kerjasama BSI meliputi finansial, spritual dan sosial.
Ficko berharap kerja sama ini memberikan manfaat dan keberkahan baik untuk UIN maupun BSI. “Dibidang sosial saat ini BSI juga menyalurkan zakat melalui baznas,” tutur Ficko.
Kerjasama ini diharapkan akan menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam upaya mengembangkan keuangan syariah dan pendidikan di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi berbasis syariah.
Reporter : Baryachi
Editor : Anik Maghfiroh

