Accessibility Tools

UIN Gus Dur Pekalongan Lanjutkan Sosialisasi PDSS di Brebes, Dorong Sekolah Optimalkan Jalur Prestasi

14 January 2026

Brebes (14/01/2026) – Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Sosialisasi Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Madrasah Aliyah (MA), SMA, dan SMK sederajat se-Kabupaten Brebes dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.

Bertempat di Dedy Jaya Hotel Brebes, Selasa (14/01/2026), kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Gus Dur Pekalongan dalam mendukung kelancaran jalur seleksi masuk perguruan tinggi berbasis prestasi serta memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi siswa-siswi berprestasi.

Wakil Rektor I UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. Nur Kholis, M.A., membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan inspiratif. Ia menyampaikan refleksi tentang makna kebaikan dan rasa syukur dalam kehidupan, yang relevan dengan peran pendidik dalam membimbing generasi muda.

“Saya sering melihat tayangan tentang orang-orang yang menolong hewan terlantar dengan memberi potongan-potongan makanan hingga akhirnya hewan tersebut bisa diselamatkan. Dari situ saya belajar, Allah sering memberi ‘potongan-potongan’ peristiwa dalam hidup kita sebagai jalan menuju kebaikan yang lebih besar,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa dalam bermasyarakat dan berinteraksi, ketidaknyamanan kerap hadir sebagai peluang untuk terus bertumbuh dan melangkah maju. Berdasarkan riset neuroscience, kondisi ideal dalam melakukan aktivitas kebaikan adalah saat seseorang berada dalam rasa syukur.

“Namun ada kondisi yang lebih ideal lagi, yaitu ketika kebaikan yang kita lakukan mendapat ucapan terima kasih dari orang lain. Itulah medan kebaikan yang Allah hadirkan di depan kita. Ketika kita melangkah di dalamnya, akan terbuka peluang kebaikan, solusi atas persoalan, dan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi PDSS yang diinisiasi UIN Gus Dur Pekalongan termasuk dalam medan kebaikan tersebut, karena apa yang dilakukan para pendidik hari ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk bangsa dan kebermanfaatan masyarakat luas.

Dr. Nur Kholis juga memperkenalkan visi besar UIN Gus Dur Pekalongan, yakni harmonisasi sains dan agama, yang tercermin dari keberadaan program studi keagamaan dan umum. Ia menegaskan bahwa lulusan yang diharapkan bukan hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan nilai-nilai moral yang kuat.

“Mari kita bangun semangat bersama. Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu semua. Semoga kegiatan ini menghadirkan manfaat bagi sekolah, siswa, dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, H. M. Aqsho, M.Ag., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Ia menilai UIN Gus Dur Pekalongan telah memberikan kontribusi nyata dalam membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.

“Saat ini, semakin banyak lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan studi ke UIN. Dengan berbagai program penguatan yang dimiliki UIN Gus Dur, masyarakat tidak perlu ragu. Mari kita persiapkan siswa-siswi kita sebagai generasi penerus dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak hanya untuk menambah ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk memperkuat karakter dan keimanan.

“Kita tidak hanya ingin mencetak orang pintar, tetapi juga pribadi yang berkarakter positif, beriman, dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Pada sesi berikutnya, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI menyampaikan materi teknis terkait PDSS. Ia menekankan bahwa sekolah dapat memilih UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai salah satu tujuan melalui jalur prestasi, dengan biaya pendidikan yang terjangkau bahkan tersedia berbagai skema bantuan dan beasiswa.

Ia mengingatkan bahwa mayoritas siswa SMA/MA memiliki cita-cita melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam memfasilitasi pengisian PDSS bagi siswa yang memenuhi kriteria (eligible).

“Jika tidak difasilitasi oleh sekolah, maka siswa yang sebenarnya berhak bisa kehilangan kesempatan emas ini. Jalur prestasi adalah jalur tanpa tes, sehingga sangat disayangkan jika terlewat,” tegasnya.

Pengisian PDSS dibuka mulai 5 Januari hingga 2 Februari 2026, dan pihak sekolah diimbau untuk tidak menunda hingga batas akhir. Disarankan agar pengisian data sudah dilakukan paling lambat tanggal 25 Januari 2026 guna menghindari kendala teknis.

Dalam paparannya, ia menjelaskan alur PDSS secara rinci, mulai dari penginputan data siswa eligible oleh sekolah, proses validasi oleh siswa, hingga tahap finalisasi oleh pihak sekolah. Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab PDSS berada pada sekolah dan siswa secara bersama-sama.

“Jangan sampai ada siswa dengan nilai baik tidak tertampung di jalur prestasi hanya karena kelalaian administrasi. Mudah-mudahan seluruh siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi dapat diterima di perguruan tinggi negeri,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Gus Dur Pekalongan berharap sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan dapat terus terjalin demi memberikan layanan terbaik bagi siswa dan masa depan pendidikan Indonesia.


Penulis                  : Sri Lestari

Editor                    : Juniharto B. J.

Redaktur              : Tim Kerja Humas

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…