Bertindak sebagai pembina apel, Plt. Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (UAPK) UIN Gus Dur Pekalongan, H. Muhtar Ali Ahmadi, S.Ag., yang dalam kesempatan itu menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.
Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa para pahlawan mengajarkan kepada bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Dari perjuangan mereka, ada tiga nilai utama yang perlu diteladani oleh generasi penerus bangsa.
“Pertama, kesabaran para pahlawan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan,” ujar Muhtar Ali membacakan amanat.
“Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tetapi kembali mengabdi kepada rakyat. Di situlah letak kehormatan sejati,” lanjutnya.

Sedangkan yang ketiga, adalah pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya, tetapi untuk generasi masa depan dan kemakmuran bangsa. “Mereka menjadikan perjuangan sebagai ibadah; darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam,” tambahnya.
Dalam konteks masa kini, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama — membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam arus kemajuan.
Muhtar Ali juga menegaskan bahwa semangat para pahlawan kini dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita — bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” tutupnya.
Apel yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan pembacaan doa. Semangat Hari Pahlawan tahun ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sivitas akademika UIN Gus Dur untuk terus bergerak, mengabdi, dan memberi dampak bagi bangsa, sejalan dengan tema nasional:
“Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”
Penulis : Anik Maghfiroh
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas

