Kegiatan diskusi ini mengangkat tema “The Real Curriculum of Love” atau Kurikulum Cinta yang Sebenarnya, sebagai upaya membangun ruang akademik yang reflektif, humanis, dan komunikatif melalui penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan kampus.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Nur Kholis, M. A., yang dalam pemaparannya menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing tidak hanya sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan cinta dalam konteks pendidikan tinggi.
Dalam pernyataannya, Dr. Nur Kholis menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting karena UIN harus mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional. Untuk itu, membangun budaya kampus dengan kebiasaan berbahasa Inggris bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban.”
Ketua UPB, Dr. Muhandis, Lc., M.A., menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai upaya membentuk kebiasaan bertutur dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di lingkungan kampus.
“Melalui Bahasa Inggris, kita dapat membuka peluang untuk berinteraksi dan berjejaring di tingkat global. Kegiatan ini insyaallah akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, dan podcast juga direncanakan akan mulai berjalan setelah kegiatan ini,” ujarnya.

Selain menjadi wadah penguatan kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kebiasaan berbahasa asing sebagai bagian dari budaya akademik UIN Gus Dur.
Melalui kegiatan ini, UPB UIN Gus Dur berharap diskusi berbahasa Inggris dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan kampus menuju penguatan mutu akademik dan akreditasi internasional.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Gus Dur Pekalongan dalam mengembangkan atmosfer kampus yang global, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai keilmuan serta kemanusiaan.
Penulis : Serin Himatus Soraya
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas

