AICIS+ tahun ini mengusung tema besar “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future”, menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia maupun luar negeri untuk mendiskusikan relasi antara ilmu pengetahuan, agama, dan masyarakat dalam konteks global.
Talkshow yang dipandu oleh Dandi Muchammad Mudzakir ini menghadirkan Syamsul Bakhri sebagai pembicara untuk memaparkan inovasi pengabdian masyarakat berbasis Ekoteologi dan Pertanahan, sebagaimana disampaikan dalam presentasinya berjudul Program Pengabdian kepada Masyarakat: Ekoteologi dan Pertanahan.
Dalam paparannya, Syamsul Bakhri menjelaskan berbagai capaian UIN Gusdur Pekalongan, antara lain:
- Best Paper Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Moderasi Beragama di ICON UCE 2022 dari Ditjen Pendis Kemenag RI.
- Program Moderasi Beragama melalui desa binaan Linggoasri, Kutorojo, dan Jolotigo. Desa Linggoasri meraih Juara 2 Rumah Ibadah Moderasi Beragama dan Juara 8 Kampung Moderasi Beragama dari Litbang Kemenag RI tahun 2023.
- Program Desa Ekowisata Mangrove Mulyorejo, desa binaan yang telah menanam lebih dari 100 ribu mangrove, meraih Penghargaan Kalpataru 2024 dan Pemuda Pelopor 2025 dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.
Program KKN Tematik Ekoteologi angkatan 62 dan 63 di Kabupaten Pekalongan tahun 2025 yang berdampak dalam Membuat Rocket Stove alat bakar Sampah minim asap, membentuk Bank Sampah, Pengelolaan Sampah organik menjadi magot, eko enzim, dan pupuk organik. Sehingga saat ini UIN Gusdur dipercaya oleh Pemkab Pekalongan sebagai ketua Tim ahli Satgas penanganan dan pengelolaan sampah di Kabupaten pekalongan.
Implementasi KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan yg sedang berjalan, hasil kerja sama Kementerian ATR/BPN, Kementerian Agama, dan UIN Gusdur Pekalongan, yang menargetkan pendataan 2.093 bidang tanah wakaf di Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Selain itu, ia juga memaparkan tentang pengembangan Aplikasi Siberdaya (Sistem Informasi Berdampak untuk Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) yang menjadi inovasi digital LP2M UIN Gusdur dalam mendukung administrasi, monitoring, dan publikasi kegiatan KKN.
Melalui presentasi tersebut, Syamsul Bakhri menegaskan pentingnya kolaborasi antara ilmu, iman, dan aksi sosial untuk menjawab tantangan masyarakat kontemporer.“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan turun ke lapangan, tetapi laboratorium sosial yang menumbuhkan empati, inovasi, dan tanggung jawab ekologis,” ujarnya.
Partisipasi UIN Gusdur Pekalongan dalam AICIS+ 2025 menjadi bukti komitmen kampus dalam memperkuat integrasi Islam, sains, dan masyarakat, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi Islam dalam pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Kontributor : Syamsul Bakhri
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Kerja Humas

