Ketua Panitia, H. Muhtar Ali Ahmadi, S.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa ekspo tahun ini pada awalnya diikuti oleh 58 pesantren kemudian mendapat tambahan peserta hingga mencapai 61 pesantren. Antusiasme masyarakat juga luar biasa, dengan total lebih dari 7.500 pengunjung yang terdiri dari siswa madrasah, santri, dan masyarakat umum dari kabupaten dan kota Pekalongan.
“Hari ini merupakan hari terakhir pagelaran ekspo. Total transaksi selama acara mencapai lebih dari 200 juta rupiah. Ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga mampu menunjukkan kemandirian ekonomi dan menjadi pilar kemandirian umat,” ujar Muhtar.
Penutupan ekspo juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Gus Dur, Dr. H. Mohammad Hasan Bisyri, M.Ag, yang memberikan apresiasi atas antusiasme peserta sekaligus menutup acara.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, dan pengunjung. Tanpa partisipasi dan semangat ini, kegiatan ekspo tidak akan maksimal. Ekspo ini bukan sekadar pameran, tetapi juga ajang pembuktian bahwa pesantren mampu mandiri dan kreatif,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa UIN Gus Dur akan terus mendukung sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, dan madrasah.
“Kegiatan ini luar biasa, ke depan, UIN Gus Dur sangat terbuka bagi seluruh pesantren dan sekolah yang ingin berkunjung dan berkolaborasi. Semoga sinergi ini semakin memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Selain pameran produk unggulan, Ekspo Kemandirian Pesantren 2025 juga diramaikan dengan berbagai perlombaan yang memacu kreativitas dan bakat para santri. Beberapa kategori lomba yang digelar antara lain:
Kategori lomba stand:
- Stand Paling Banyak Pengunjung: PP. Al Mannar Muhammadiyah Boarding Pemalang
- Stand Terbersih dan Rapi: PP. Husnul Anwar Batang
- Stand Terkreatif : PP. Bustanul Arifin Brebes
Kategori lomba Solo Pop Islami:
- Juara 1: Alvi Fitriani
- Juara 2: Silvi Aida Rahmah
- Juara 3: M. Tsaqolain Jaros
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren dapat berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui produk-produk unggulan seperti kuliner, busana muslim, kerajinan tangan, dan inovasi hasil karya santri.
Penulis : Serin Himatus Soraya
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas

