Accessibility Tools

Implementasikan MoU, UIN Gus Dur dan BAZNAS Perkuat Program Beasiswa Cendekia Baznas  

09 January 2026

 

Pekalongan (09/01) - Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terus mengimplementasikan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penguatan Program Beasiswa Cendekia Baznas (BCB). Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Zoom Meeting yang dihadiri oleh pimpinan dan pengelola program dari kedua belah pihak.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Gus Dur, Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Pembina BCB UIN Gus Dur yang juga Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), serta jajaran staf Wakil Rektor III dan staf AKMA.

Dari pihak BAZNAS, hadir secara lengkap pimpinan yang membidangi beasiswa. Dalam arahannya disampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Program BCB telah mencapai target yang sangat baik, dengan capaian hampir mendekati seratus persen. Hal ini menjadi bukti keseriusan kampus dan para mentor dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa.

Pimpinan BAZNAS menekankan pentingnya penyamaan persepsi, bahwa peserta Program BCB diarahkan untuk bertransformasi dari mustahiq menjadi munfiq di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan rutin bulanan harus terus berjalan secara konsisten, sebagaimana telah diterapkan di puluhan perguruan tinggi mitra dengan pendampingan mentor yang aktif setiap bulan.

Selain pembinaan rutin, BAZNAS juga mendorong penguatan kegiatan kejuaraan dan karya tulis ilmiah mahasiswa. Disampaikan pula bahwa batas akhir pengiriman UKT mahasiswa penerima BCB adalah pertengahan Januari, serta ditegaskan bahwa mentor merupakan ujung tombak keberhasilan program. Dalam waktu dekat, akan dibentuk panitia kecil untuk menyukseskan program Ramadhan.

Sementara itu, Deputi BAZNAS RI dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Beasiswa Cendekia Baznas bertujuan untuk menyelamatkan aset bangsa, yakni mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi agar dapat menyelesaikan studi tanpa terhenti di tengah jalan.

Ia menegaskan bahwa tugas utama mentor adalah memastikan mahasiswa lulus tepat waktu dengan capaian akademik yang baik. Oleh karena itu, pembinaan akademik harus berjalan optimal, mulai dari bimbingan akademik, penguatan budaya membaca dan meneliti, hingga pendampingan penyusunan skripsi agar dapat diselesaikan tepat waktu.

Selain aspek akademik, mentor juga diharapkan mampu memberikan bimbingan karier, sehingga lulusan tidak menjadi sarjana pengangguran. Pendampingan terkait pengembangan karier, kesiapan dunia kerja, serta dorongan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi menjadi bagian penting dari program ini.

Deputi BAZNAS RI juga menekankan pentingnya peran mentor sebagai role model bagi mahasiswa penerima BCB, sekaligus mendorong mahasiswa untuk memiliki motivasi belajar yang tinggi dan mampu mengharumkan nama BAZNAS melalui prestasi dan kontribusi nyata.

Menutup arahannya, ia berharap program ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang, sehingga para mustahiq penerima beasiswa kelak dapat naik tingkat menjadi para muzakki yang berkontribusi bagi umat dan bangsa.


Kontributor    : Abdul Azim

Editor            : Anik Maghfiroh

Redaktur       : Tim Kerja Humas

 

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…