Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Gus Dur. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya percepatan mutu sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari upaya institusi menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
Rektor juga menjelaskan bahwa saat ini UIN Gus Dur telah memiliki 11 tema uji kompetensi, namun ke depan cakupannya harus diperluas agar dapat memberikan layanan maksimal dan lebih spesifik sesuai prodi. Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang telah diterapkan harus terus dioptimalkan untuk memastikan uji kompetensi berjalan autentik dan mutakhir.
“Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar selembar ijazah. Dunia kerja menuntut bukti kompetensi yang teruji. Karena itu, sertifikat uji kompetensi menjadi penting untuk memastikan bahwa lulusan kita benar-benar siap dan layak,” tegas Rektor. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada LSP. “Apa pun yang diusulkan LSP akan saya ACC, karena ini penting dan akan membawa kebaikan bagi institusi. Saya berharap proses ini benar-benar dikawal sampai selesai.”

Direktur LSP, Dr. Rahmat Kamal, M.Pd.I., dalam pemaparannya menyampaikan hasil rapat tinjauan manajemen terkait pelaksanaan uji kompetensi selama ini. Beliau menjelaskan bahwa minat mahasiswa masih rendah, sementara ketersediaan skema uji kompetensi belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan prodi. Dengan jumlah 11 skema saat ini, beberapa program studi belum sepenuhnya terakomodasi.
“Karenanya, pengembangan skema uji kompetensi berbasis prodi yang berorientasi kurikulum OBE menjadi sangat penting. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Kaprodi dan Sekprodi untuk memberikan masukan dan saran,” ujar Dr. Rahmat.
Beliau menegaskan bahwa luaran utama workshop ini adalah tersusunnya skema uji kompetensi di setiap program studi, sehingga mahasiswa dapat memperoleh tidak hanya ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang dapat meningkatkan peluang karier mereka di masa depan. Selain itu, LSP juga membuka peluang bagi para dosen untuk menjadi asesor uji kompetensi.
Setelah dokumen skema selesai disusun, akan terdapat tindak lanjut pada tahun mendatang, termasuk proses review dokumen dan pelaksanaan uji kompetensi asesor. “Ini akan membawa kemajuan besar bagi UIN Gus Dur,” tambahnya.
Workshop berlangsung produktif dengan diskusi aktif antar peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya kompetensi dan memastikan lulusan UIN Gus Dur semakin berdaya saing di dunia kerja.
Penulis : Anik Maghfiroh
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas

