Workshop menghadirkan Dr. Reskino, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., CERA., CBV., CDMS sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Reskino menyampaikan materi tentang Outcome-Based Education (OBE) dan Relevansinya dengan Skema Uji Kompetensi. Ia menekankan bahwa skema sertifikasi yang relevan hanya dapat dibangun apabila program studi benar-benar menerapkan prinsip OBE secara utuh.
“OBE adalah fondasi yang memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang dapat diukur secara nyata. Skema sertifikasi berfungsi sebagai asesmen eksternal yang memvalidasi apakah proses pembelajaran di prodi berjalan sesuai capaian pembelajaran lulusan. Jika kurikulum tidak diturunkan dari profil lulusan, maka skema sertifikasi tidak akan tepat sasaran,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, Dr. Reskino menjelaskan tiga pilar utama OBE, yaitu Outcome Based Curriculum (OBC), Outcome Based Learning and Teaching (OBLT), dan Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE). Desain kurikulum menurutnya harus diturunkan dari profil lulusan, mencakup bahan kajian, metode pembelajaran, hingga instrumen penilaian yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Outcome itu harus jelas, spesifik, bisa diamati, realistis, dan terukur. Mahasiswa harus mampu menghasilkan sesuatu, bukan sekadar mengetahui,” ujarnya saat menjelaskan konsep action-based outcomes yang menjadi dasar dalam merumuskan CPL dan CPMK.
Melalui workshop ini, UIN Gus Dur berkomitmen meningkatkan kualitas pengembangan skema sertifikasi berbasis prodi agar semakin relevan dengan standar industri dan kebutuhan masyarakat. Penguatan ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan memiliki daya saing tinggi di dunia profesional.
Penulis : Sri Lestari
Editor : Anik Maghfiroh
Redaktur : Tim Kerja Humas

