Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber khususnya K.H. Ahmad Muwafiq, yang sebelumnya juga pernah berkunjung ke UIN Gus Dur. la menyebut bahwa perkembangan kampus saat ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membangun lingkungan akademik yang lebih baik.
Prof. Zaenal menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang tidak bisa diabaikan. UIN Gus Dur menurutnya, telah melakukan berbagai langkah nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis ekologis. "Sejauh ini UIN Gus Dur sudah menanam kurang lebih 700 pohon sebagai bagian dari upaya melawan kerusakan ekologis. Kita harus sungguh-sungguh merawat dan melestarikan bumi, terutama di Pekalongan yang kerap terdampak banjir akibat kerusakan lingkungan," terangnya.

la juga menambahkan bahwa ke depan kampus akan memperkuat pengelolaan lingkungan melalui sistem pengelolaan sampah terpadu yang diharapkan sudah dapat terealisasi pada akhir
tahun ini. Selain itu, peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dioptimalkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dengan tema ekoteologi.
"Mahasiswa KKN melalui LP2M membawa tema ekoteologi yang diharapkan berdampak luas bagi masyarakat. Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata kampus dalam membangun kesadaran ekologis," tambahnya.
Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para ASN yang turut berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon
di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, UIN Gus Dur semakin mempertegas perannya sebagai kampus yang tidak hanya responsif terhadap isu global, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata dalam pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman.
Penulis : Sri Lestari
Editor : Serin Himatus Soraya
Redaktur : Tim Kerja Humas

