Program beasiswa yang dibuka hanya selama satu minggu ini menarik perhatian luas. Lebih dari 300 mahasiswa mendaftar, namun hanya 17 mahasiswa dengan kategori Uang Kuliah Tunggal (UKT) tertinggi dan berprestasi yang diprioritaskan.
Dalam sambutannya, Prof. Shinta menjelaskan bahwa hadirnya Beasiswa Kurang Mampu 2025 merupakan bentuk kebijakan bijaksana pimpinan universitas dalam memberikan akses pendidikan seluas-luasnya bagi mahasiswa. Beliau juga berpesan agar para penerima dapat menjaga integritas, meningkatkan semangat belajar, serta siap menghadapi berbagai tantangan selama menjalani studi.
Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh syukur. Para penerima berkesempatan berdialog langsung dengan Warek III, menyampaikan aspirasi, doa, serta rasa terima kasih atas perhatian kampus terhadap keberlanjutan studi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Salah satu penerima, Azzam, mahasiswa PAI FTIK, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Prof Shinta, kami menyampaikan terima kasih. Di tengah kondisi ekonomi orang tua yang sedang tidak baik-baik saja, beasiswa ini menjadi secercah harapan bagi kami untuk terus menjemput cita-cita. Semoga kami bisa menjadi sarjana pertama di keluarga. Terima kasih UIN Gus Dur,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan doa penuh syukur atas kelancaran program ini. Setelahnya, tim dari Bank BNI selaku mitra kampus melakukan pendampingan teknis terkait pembukaan rekening online dan proses administrasi lainnya.
Program ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi mahasiswa penerima untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Kontributor : Abdul Azim
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas

