Acara ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan literasi yang digelar untuk menumbuhkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya kecerdasan informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Gus Dur Pekalongan yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. A.M. Muh. Khafidz Ma’shum, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi kepada pihak perpustakaan atas inisiatif dan konsistensinya dalam mengembangkan kapasitas literasi akademik di lingkungan kampus.
“Luar biasa perpustakaan dengan semangat penuh menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Sejauh ini perpustakaan menjadi etalase kampus dengan nilai yang tinggi dan kontribusi besar dalam bidang akademik. Banyak dosen dan mahasiswa yang terbantu dengan kehadiran perpustakaan,” ujar Dr. Khafidz.
Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya sikap kritis terhadap informasi di era digital.
“Allah membenci beberapa hal, salah satunya adalah berlaku munafik yakni ketika berbicara ia berdusta, seperti menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hoaks bukan hanya berupa teks atau narasi, tetapi juga bisa dalam bentuk video hasil modifikasi digital dengan unsur kebohongan yang mengarah pada fitnah. Karena itu, mahasiswa harus lebih cerdas dalam memilah informasi agar tidak mudah terjebak dalam penyebaran kabar bohong,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan, Hj. Junaeti, S.Sos., M.M., selaku pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pemilihan Duta Baca dan Duta Perpustakaan ini merupakan bagian dari program penguatan literasi di lingkungan kampus.
“Kami ingin menumbuhkan peran mahasiswa sebagai agen literasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menjadi pelopor penyebaran informasi yang benar dan beretika di era digital,” ungkapnya.
Pada ajang bergengsi ini, terdapat 27 finalis yang berkompetisi, terdiri dari 12 finalis Duta Baca dan 15 finalis Duta Perpustakaan. Para finalis sebelumnya telah melalui tahap seleksi ketat meliputi uji wawasan literasi, kemampuan komunikasi, dan pemahaman isu-isu aktual seputar literasi digital dan anti-hoaks.
Dewan juri pada kegiatan ini terdiri dari Indah Wijaya Antasari, S.Sos., M.I.Kom. (Kepala Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto) dan Hj. Junaeti, S.Sos., M.M. selaku Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan.
Pada kegiatan ini terpilih sebagai Duta Baca Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan tahun 2025
Juara 1: Fadlilrahman Faza dari Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga Islam
Juara 2: Inas Farrah Dina Noor dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam
Runner Up 1: Karimatan Nisa dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Selain itu terpilih sebagai Duta Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan tahun 2025
Juara 1: Aryana Maula dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Tadris Bahasa Indonesia
Juara 2: Irsyad Kama Fahreza dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam
Runner Up 1: Diva Salsabilla Aulia dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam
Melalui kegiatan ini, perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan berharap dapat terus menjadi ruang pembelajaran aktif dan pusat penguatan literasi digital di lingkungan kampus. Semangat “Perpustakaan Anti-Hoaks” menjadi pesan penting bagi seluruh mahasiswa agar semakin bijak, cerdas, dan berintegritas dalam mengelola informasi di dunia maya.
Penulis : Anik Maghfiroh
Editor : Sri Lestari
Redaktur : Tim Kerja Humas

